Cegah TBC Meluas, RSUD Pakuhaji Buka Layanan Rontgen Keliling

  • 16 Agt 2026 12:46 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • RSUD Pakuhaji Kabupaten Tangerang meluncurkan layanan Rontgen Portabel Keliling untuk mempercepat penanganan dan deteksi dini Tuberkulosis di masyarakat.
  • Program jemput bola ini menyasar kawasan pemukiman dan area berisiko tinggi hingga November 2026 untuk memudahkan warga melakukan pemeriksaan kesehatan.
  • Langkah ini merupakan implementasi arahan Kementerian Kesehatan RI terkait tracing TBC terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis.

RRI.CO.ID, Tangerang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pakuhaji Kabupaten Tangerang menggencarkan layanan Rontgen Portabel Keliling untuk mempercepat penanganan Tuberkulosis (TBC). Langkah jemput bola ini menyasar kawasan pemukiman hingga area berisiko tinggi guna mempermudah warga mendeteksi dini penyakit paru-paru.

Aksi lapangan ini digelar untuk menjalankan arahan Kementerian Kesehatan RI terkait tracing TBC terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis. Tim medis RSUD Pakuhaji bakal terus berkeliling menyambangi puluhan titik sasaran di wilayah Kabupaten Tangerang hingga November 2026 mendatang.

Tim kesehatan tercatat sudah turun ke sejumlah lokasi, seperti Puskesmas Cisauk pada awal Agustus dan Kantor Desa Mekar Sari, Kecamatan Rajeg pada Jumat, 14 Agustus 2026. Petugas juga menyisir kawasan padat penduduk dan area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang rentan terpapar penyakit pernapasan.

Direktur UPTD RSUD Pakuhaji, Umie Kulsum menjelaskan, pemeriksaan lapangan memanfaatkan alat Mobile X-Ray yang praktis. Meski dioperasikan di luar gedung rumah sakit, hasil pemeriksaan rontgen ini dipastikan tetap akurat, cepat, dan aman.

"Melalui layanan proaktif ini, masyarakat maupun para pekerja yang memiliki keterbatasan waktu dan akses terhadap fasilitas kesehatan dapat dengan mudah memperoleh deteksi dini berbagai gangguan kesehatan paru, seperti TBC maupun pneumonia. Dengan kita hadir langsung di tengah masyarakat, harapannya penanganan medis lanjutan dapat dilakukan sedini mungkin," kata dia dalam siaran pers yang dikutip RRI, Minggu, 16 Agustus 2026.

Ia menambahkan, tidak sedikit warga yang kerap menunda berobat ke rumah sakit karena alasan jarak atau takut mengganggu jam kerja harian. Kehadiran tim medis di pemukiman diharapkan bisa memangkas hambatan tersebut.

"Banyak warga yang sebenarnya ada gejala batuk lama tapi ragu atau tak ada waktu datang ke rumah sakit. Makanya alat rontgen yang kita bawa ke tempat mereka, biar langsung ketahuan hasilnya hari itu juga," kata Umie.

Dalam setiap kunjungan, RSUD Pakuhaji menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari dokter, perawat, hingga tenaga radiografer. Pelayanan di lapangan tetap menerapkan standar keselamatan radiasi yang ketat agar tidak membahayakan warga sekitar.

Hasil foto rontgen warga akan dievaluasi langsung oleh dokter spesialis. Jika ditemukan ada indikasi kelainan atau flek pada paru-paru, pasien akan langsung dirujuk untuk mendapat pendampingan dan pengobatan medis secara berkesinambungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....