RSUD Kabupaten Tangerang Komitmen Tingkatkan Layanan Rujukan Hemofilia
- 24 Mei 2026 22:32 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang berkomitmen memperkuat kapasitas layanan kesehatan sebagai pusat rujukan utama penanganan pasien hemofilia di Provinsi Banten. Langkah strategis ini diwujudkan melalui optimalisasi sistem deteksi dini, manajemen penanganan medis, serta pendampingan pasien secara berkesinambungan dan humanis.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan pemerintah daerah memposisikan peningkatan kualitas sektor kesehatan sebagai program prioritas pembangunan makro. Menurutnya alokasi pembiayaan secara konsisten diintervensi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta penguatan sinergi klaim bersama BPJS Kesehatan.
Kebijakan afirmasi anggaran ini diambil sebagai wujud kepedulian instruksional dari Pemerintah Provinsi Banten dalam memberikan proteksi medis bagi penyandang kelainan pembekuan darah. "Inilah bentuk nyata Pemkab Tangerang, atas izin Pemprov Banten kami akan tetap konsisten mengalokasikan anggaran melalui klaim dari BPJS karena kami diminta oleh Pak Gubernur supaya peduli terhadap penanganan penyakit hemofilia ini," ujar Maesyal Rasyid saat menghadiri Peringatan Hari Hemofilia Sedunia 2026 di Auditorium RSUD Kabupaten Tangerang, Minggu 24 Mei 2026.
Pemerintah daerah tengah menginisiasi ruang komunikasi taktis bersama Penjabat Gubernur Banten guna mendorong perluasan sebaran fungsionalisasi layanan kelainan darah di wilayah lain. Upaya pemerataan fasilitas ini dinilainya mendesak dilakukan agar sirkulasi pengobatan pasien dari luar daerah tidak terkonsentrasi pada satu titik rumit karena faktor jarak tempuh geografis.
Akselerasi pemutakhiran layanan medis ini ditargetkan mampu menyentuh tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas. Meski demikian, Maesyal mengakui perluasan jangkauan operasional pelayanan khusus ini membutuhkan indikator kesiapan yang matang dari berbagai sektor pendukung klinis.
Otoritas wilayah disebutnya tidak dapat mengeksekusi kebijakan ini secara instan karena wajib memenuhi standarisasi pemenuhan alat kesehatan modern serta kualifikasi kompetensi sumber daya manusia. Para tenaga medis dan dokter spesialis pun harus menempuh jalur pendidikan keprofesian lanjutan yang relevan secara bertahap.
"Saya akan terus usahakan kepada Pak Gubernur supaya ada upaya agar nanti pasien tidak perlu jauh-jauh ke sini, melainkan bisa dilayani di kabupaten kota di daerah masing-masing, syukur-syukur bisa dilayani di Puskesmas. Upaya ini tidak bisa instan karena harus menyiapkan dokternya untuk sekolah dulu, serta menyiapkan alat kesehatannya," katanya.
Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, Endang Widyastiwi, memaparkan bahwa momentum peringatan global tahun ini mengusung tema sentral "Diagnosis: First Step to Care" atau diagnosis sebagai langkah pertama menuju perawatan. Esensi dari tema tersebut menurutnya menekankan akurasi identifikasi klinis awal sebagai determinan utama penentu keberhasilan tata laksana medis pasien secara cepat dan tepat.
Otoritas manajemen rumah sakit berharap agenda edukasi publik ini mampu mendongkrak grafik kesadaran sosiologis masyarakat mengenai urgensi pemeriksaan dini faktor pembekuan darah. Sinergitas multi-sektor antara instansi pemerintah, komunitas pasien, dan elemen warga dinilai Endang menjadi motor penggerak utama dalam mendukung para penyandang hemofilia agar tetap dapat menjalani fase kehidupan secara aktif, sehat, dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....