Kasus DBD Lebak Capai 1.030 Kasus
- 22 Des 2025 21:46 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebak sepanjang tahun 2025 terbilang masih tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, tercatat sebanyak 1.030 kasus DBD terjadi pada periode Januari hingga November 2025.
Dari jumlah tersebut, dua orang pasien dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Kasus DBD hampir merata terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Lebak.
Kepala Seksi Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lebak, Rohmat, mengatakan data tersebut merupakan laporan yang dihimpun dari seluruh puskesmas di Kabupaten Lebak. “Data kasus DBD ini kami peroleh dari laporan rutin setiap puskesmas di wilayah Kabupaten Lebak,” kata Rohmat di Rangkasbitung, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, sebaran kasus DBD paling banyak terjadi di wilayah kerja Puskesmas Rangkasbitung dengan jumlah 125 kasus. Selain itu, Puskesmas Malingping mencatat 99 kasus, Puskesmas Maja 60 kasus, dan Puskesmas Kalanganyar sebanyak 56 kasus.
Menurut Rohmat, secara keseluruhan penderita DBD tersebar di 43 puskesmas yang ada di Kabupaten Lebak. “Hanya satu puskesmas yang tidak mencatat kasus DBD, yaitu Puskesmas Cirinten,” ujarnya.
Rohmat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai sangat berpotensi menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
| Baca juga: Dinkes Lebak Ajak Warga Cegah Penyebaran DBD |
“Curah hujan yang tinggi bisa memicu munculnya banyak genangan air. Ini menjadi tempat favorit nyamuk DBD untuk berkembang biak, sehingga masyarakat harus lebih waspada,” kata Rohmat.
Ia meminta masyarakat mengaktifkan kembali kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur atau menimbun barang-barang bekas yang berpotensi menampung air. Selain itu, Rohmat juga mengingatkan pentingnya pemberian Abate di bak mandi serta tempat penampungan air lainnya. “Langkah-langkah sederhana ini sangat efektif untuk memutus siklus hidup nyamuk penyebab DBD,” ucapnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga diimbau untuk mengoptimalkan kegiatan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan dan membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Yayang Citra Gumilar, mengatakan pihaknya terus menggencarkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi difokuskan pada pencegahan penyakit menular akibat gigitan nyamuk, khususnya di musim hujan.
“Kami rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dengan meningkatnya curah hujan, upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama agar kasus DBD tidak terus bertambah,” ucap Yayang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....