Masyarakat Lebak Diminta Waspadai Diare dan ISPA Kemarau

  • 12 Jun 2026 13:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena kemarau ekstrem atau yang dikenal dengan sebutan Godzilla El Nino.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Nining Tilawah, mengatakan musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit menular di masyarakat. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah diare akibat berkurangnya ketersediaan sumber air bersih.

Kondisi tersebut dapat mendorong sebagian masyarakat menggunakan sumber air yang kurang higienis untuk kebutuhan sehari-hari. "Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit diare dan ISPA selama musim kemarau ekstrem karena risiko penularannya meningkat," kata Nining Tilawah di Rangkaabitung, Jum'at, 12 Juni 2026.

Potensi kasus diare dapat terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Lebak. Faktor sanitasi yang belum memadai masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan penyakit tersebut.

Masih banyak ditemukan masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak sehingga kebiasaan buang air besar sembarangan masih cukup tinggi. "Masih ada masyarakat yang belum memiliki sanitasi layak sehingga perilaku buang air besar sembarangan dapat memicu penyebaran penyakit diare," ujarnya.

Selain diare, musim kemarau juga berpotensi meningkatkan kasus ISPA akibat kondisi udara yang lebih kering dan berdebu. Gejala ISPA yang perlu diwaspadai antara lain hidung tersumbat, pilek, batuk kering tanpa dahak, serta demam ringan.

Penyakit tersebut juga dapat ditandai dengan keluhan sakit tenggorokan dan sakit kepala ringan. Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami napas cepat atau kesulitan bernapas.

Bahkan, kekurangan oksigen dapat menyebabkan perubahan warna kulit menjadi kebiruan. Nining menegaskan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran penyakit selama musim kemarau.

Kebersihan lingkungan dan penggunaan air bersih menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. "PHBS harus terus diterapkan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan air bersih agar risiko penyakit dapat ditekan," katanya.

Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Konsumsi sayuran dan buah-buahan secara rutin serta istirahat yang cukup dinilai penting untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak juga menginstruksikan seluruh petugas puskesmas di 28 kecamatan untuk mengoptimalkan sosialisasi pola hidup sehat kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut mencakup edukasi mengenai PHBS, pentingnya sanitasi yang baik, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu memasak air minum hingga matang dan membiasakan mencuci tangan sebelum makan. Warga diminta menghindari kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman keras, serta begadang yang dapat menurunkan daya tahan tubuh.

"Selama ini pola hidup sehat terbukti lebih efektif dalam mencegah penyebaran penyakit pada musim kemarau, sehingga kami berharap masyarakat dapat menerapkannya secara konsisten," ucap Nining Tilawah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....