Cara Kelola Stres, Gen Z Wajib Tahu

  • 20 Nov 2025 09:28 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Duta Anti Narkotika Kota Cilegon 2022, Muhammad Kamal mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk memiliki cara mengelola stres yang sehat. Hal tersebut ia sampaikan dalam Dialog bersama Pro 2 RRI Banten, Kamis (20/11/2025).

Kamal menjelaskan, tidak semua anak muda memahami cara yang tepat untuk meredakan tekanan mental. Akibatnya, sebagian dari mereka mencari pelarian instan yang justru merugikan diri sendiri. “Banyak yang stres lalu ikut arus. Dari galau sedikit bisa jadi ikut pergaulan yang tidak sehat,” ujarnya.

Baca juga: Pentingnya Kelola Stres bagi Generasi Muda

Ia menekankan, cara mengatasi stres tidak harus membutuhkan biaya besar atau aktivitas khusus. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti berjalan sore, olahraga ringan, mendengarkan musik, merapikan kamar, hingga menulis catatan harian dapat membantu menurunkan beban pikiran. “Meredakan stres itu bisa dari hal kecil yang membuat hati tenang,” katanya.

Kamal mengingatkan, cara mengatasi stres yang tidak sehat kerap mengarah pada keputusan berisiko, termasuk mencoba narkotika. Rasa penasaran disebut sebagai pemicu paling dominan. “Pemicu utamanya rasa ingin tahu. Dari coba-coba akhirnya keterusan,” ucapnya.

Baca juga: Stres Kerja Meningkat, Produktivitas Bisa Terancam

Ia menyoroti kemudahan akses informasi mengenai narkotika di berbagai platform digital serta transaksi yang kini dilakukan secara daring. Kondisi tersebut membuat anak muda harus lebih hati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. “Kenal orang jangan langsung percaya. Ikuti dulu prosesnya sampai tahu karakter sebenarnya,” ujarnya.

Kamal juga mengingatkan agar generasi muda memiliki batasan diri terhadap ajakan atau pemberian yang tidak jelas sumbernya, termasuk dalam bentuk makanan atau minuman. “Kalau ragu, tolak saja. Jangan mau diaruh-aruhin,” ujar Kamal.

Baca juga: Stres Kerja Berlebihan Bisa Sebabkan Gangguan Mental

Kamal menyampaikan tiga langkah penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh tekanan sosial, yaitu meningkatkan kemampuan diri, memperkuat koneksi yang bermanfaat, serta tetap fokus pada tujuan hidup. “Tiga poin itu dapat membantu anak muda tetap berada pada jalur positif,” ucapnya.

Ia berharap generasi muda Banten semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan mental dan mampu menghadapi stres tanpa terjerumus pada perilaku negatif. (Bachtiar Rahadi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....