Stres Kerja Berlebihan Bisa Sebabkan Gangguan Mental

  • 19 Feb 2025 08:13 WIB
  •  Banten

KRBN, Serang: Tekanan dalam dunia kerja sering kali dianggap hal biasa, namun jika dibiarkan terus-menerus, dapat berdampak buruk pada kesehatan mental pekerja. Dalam talkshow bersama RRI Pro 2 FM Banten, Spesialis Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Andalucia, Nabila menjelaskan bahwa stres kerja bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu eustress dan distress.

"Eustress adalah stres yang bertujuan, misalnya saat menghadapi ujian atau tantangan baru. Ini akan hilang setelah situasi tersebut selesai. Namun, distress adalah stres berulang yang tidak kunjung hilang, dan ini yang harus diwaspadai," kata Nabila, Selasa (18/2/2025).

Stres yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai gejala seperti sulit tidur, mudah tersinggung, hingga perasaan tidak berharga. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan atau depresi.

“Salah satu penyebab utama stres di tempat kerja adalah beban kerja yang tidak sesuai dengan kapasitas individu. Deadline yang tidak realistis, lingkungan kerja yang tidak mendukung, serta perlakuan tidak adil dari atasan bisa memperburuk kondisi mental pekerja," ujar Nabila.

Nabila menambahkan bahwa pekerja harus lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan mental pada diri sendiri. Jika gejala seperti insomnia atau kehilangan motivasi kerja mulai muncul, sebaiknya segera mencari bantuan profesional. "Jangan malu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Langkah ini bukan berarti seseorang lemah, justru menunjukkan bahwa mereka peduli dengan kesehatan diri," ucapnya.

Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di tempat kerja menjadi tugas bersama antara pekerja dan perusahaan. Dengan adanya lingkungan kerja yang lebih sehat, diharapkan angka stres dan gangguan mental di kalangan pekerja dapat ditekan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....