Waspadai Gejala Stroke, Penanganan Cepat Bisa Selamatkan Nyawa

  • 18 Okt 2025 11:24 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Penyakit stroke masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian maupun kecacatan jangka panjang jika tidak ditangani dengan cepat.

Kondisi stroke sering kali muncul secara tiba-tiba. Karena itu, diperlukan penanganan medis segera untuk meminimalkan dampaknya.

Dokter Spesialis Saraf Siloam Hospitals Lippo Village, Yusak M.T. Siahaan menjelaskan, secara umum terdapat lima faktor utama penyebab penyakit stroke.

Baca juga: Kenali Sinusitis, Peradangan Sinus yang Sering Terabaikan

“Penyebab stroke secara umum ada lima, yaitu hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, kadar kolesterol tinggi, dan gangguan irama jantung,” katanya dalam siniar Siloam Hospitals Lippo Village berjudul "Jangan Terlambat! Kenali Faktor Risiko Stroke dan Penanganannya" yang dikutip Sabtu (18/10/2025).

Yusak menegaskan, hal paling penting saat seseorang mengalami gejala stroke adalah segera datang ke rumah sakit. “Pertolongan pertama bagi penderita stroke adalah segera datang ke rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas lengkap seperti CT Scan atau MRI,” ujarnya.

Yusak menjelaskan, penanganan stroke tergantung pada jenisnya. Untuk stroke perdarahan, penanganan awal dilakukan dengan pemberian obat-obatan dan, bila diperlukan, tindakan operasi. Sementara pada stroke sumbatan, ada dua tatalaksana utama.

Baca juga: Mengenal Sinus Aritmania, Gejala dan Pengobatanya

“Yang pertama, pemberian obat trombolitik bagi pasien yang datang kurang dari 4,5 jam sejak gejala muncul. Tujuannya untuk membuka sumbatan pembuluh darah otak,” kata Yusak.

Jika pasien datang setelah 4,5 jam, biasanya dokter akan memberikan terapi obat-obatan seperti pengencer darah atau antikoagulan. “Data menunjukkan, penderita stroke berisiko mengalami serangan kembali dalam waktu 1 hingga 2 tahun. Karena itu, pasien harus rutin kontrol ke dokter,” ujar Yusak.

Selain kontrol medis, rehabilitasi medik juga berperan penting dalam proses pemulihan. “Pasien yang tadinya tidak bisa berjalan bisa mulai berdiri, dan yang tidak bisa berbicara dapat mulai melafalkan kata-kata sederhana setelah mengikuti rehabilitasi,” ujar Yusak.

Baca juga: Hoarding Disorder, Penyakit Mental yang Kerap Diabaikan

Upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah penting dalam menekan angka kasus stroke di Indonesia. Dengan menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan rutin, serta mengenali gejala sejak awal, masyarakat dapat terhindar dari risiko fatal yang ditimbulkan penyakit ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....