Kenali Sinusitis, Peradangan Sinus yang Sering Terabaikan

  • 16 Okt 2025 14:59 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Sinusitis merupakan peradangan pada mukosa atau selaput lendir di dinding sinus yang sering terjadi di rongga hidung. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah rinosinusitis karena melibatkan area sinus dan hidung secara bersamaan.

Gejala utama sinusitis meliputi empat tanda pokok yang perlu diwaspadai masyarakat. Di antaranya hidung tersumbat, keluarnya cairan dari hidung atau ke tenggorokan, nyeri pada wajah, dan gangguan penciuman.

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher Mayapada Hospital, Budi Sutikno menjelaskan, sinusitis terbagi menjadi dua jenis berdasarkan waktu berlangsungnya. Sinusitis akut berlangsung kurang dari 12 minggu, sedangkan jika lebih dari itu digolongkan kronis.

Baca juga: Hari Jantung Sedunia, Momentum Perkuat Kesehatan Jantung

"Sekitar 90 persen kasus sinusitis akut disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Karena itu, penggunaan antibiotik tidak disarankan kecuali atas rekomendasi dokter untuk kasus tertentu," katanya siniar Mayapada Hospital berjudul "Sinusitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi" yang dikutip Kamis (16/10/2025).

Dia menjelaskan, faktor risiko lain seperti alergi debu, gangguan struktur hidung, atau masalah genetik juga dapat memicu sinusitis kronik. Kondisi ini menyebabkan peradangan berulang yang sulit sembuh tanpa penanganan medis. Tindakan operasi umumnya diperlukan pada kasus sinusitis kronik yang disebabkan oleh gangguan struktural atau kelainan mukosa.

“Prosedur yang dilakukan saat ini menggunakan metode endoskopik modern sehingga lebih aman dan minim nyeri. Sinusitis akut dapat sembuh sendiri, tetapi sinusitis kronik sering memerlukan tindakan bedah,” ujarnya.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mata Anak Sejak Dini

Budi menjelaskan, operasi dilakukan dengan bantuan kamera endoskop yang menampilkan visual area sinus secara detail. Pasien biasanya dirawat selama dua hingga tiga hari dengan masa pemulihan relatif cepat. Budi menambahkan, operasi bertujuan memperbaiki ventilasi sinus dan mengatasi peradangan mukosa yang tidak merespons obat.

Pascaoperasi, pasien perlu menjalani perawatan luka dan kontrol berkala untuk mencegah kekambuhan. Pemeriksaan rutin biasanya dilakukan satu hingga dua minggu setelah operasi, dan selanjutnya tiap tiga hingga enam bulan.

Budi juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap gejala sinusitis sejak dini. “Jika mengalami hidung tersumbat, pilek berkepanjangan, nyeri wajah, atau kehilangan penciuman, segera periksa ke dokter,” kata Budi.

Penanganan sinusitis membutuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan saluran pernapasan. Pemeriksaan sejak dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah peradangan berkembang menjadi kronis serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....