BBPOM Serang Gencarkan Edukasi Jajanan Sekolah Aman

  • 08 Jul 2025 13:38 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Serang terus menggencarkan program pengawasan jajanan anak sekolah. Hal ini dilakukan sebagai upaya melindungi generasi muda dari makanan berbahaya.

Kepala BBPOM Serang, Mojaza Sirait mengatakan, pengawasan ini menjadi bagian dari prioritas nasional yang digelar bergiliran di berbagai daerah di Provinsi Banten. Seperti di tahun 2024, BPOM bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Adapun untuk tahun 2025, BPOM bekerjasama dengan Pemerintah Kota Serang.

Baca juga: BPOM Temukan Bahan Kimia Berbahaya pada Pangan di Banten

"Kami datang langsung ke sekolah-sekolah untuk edukasi, termasuk membentuk kader keamanan pangan dan melibatkan anak-anak pramuka sebagai agen perubahan," ucapnya, Selasa (8/7/2025).

Selain pengawasan, BBPOM Serang juga aktif mengedukasi siswa melalui program Sainji atau Smart, Healthy, Energetic Generation. Lewat program ini BPOM memberikan pemahaman tentang cara memilih makanan dan minuman yang aman, serta bahaya penyalahgunaan obat-obatan seperti tramadol dan hexymer, yang marak disalahgunakan oleh anak muda.

Baca juga: Pentingnya Edukasi Publik dalam Pengawasan Produk oleh BPOM

Menurut Mojaza, tren temuan bahan berbahaya dalam makanan jajanan sekolah menunjukkan penurunan. Namun, pihaknya tetap waspada, terutama saat momen tertentu seperti bulan Ramadan ketika permintaan meningkat.

“Contohnya tahun lalu kami temukan es krim mengandung Rhodamin B. Produksinya ternyata dari Sukabumi. Langsung kami koordinasikan dengan BBPOM Bandung untuk pengawasan lanjutan," ujarnya.

Baca juga: BPOM Intensifkan Pengawasan Obat Ilegal di Banten

BBPOM Serang menegaskan pentingnya peran semua pihak. Pedagang diingatkan tidak menggunakan bahan berbahaya, sedangkan anak-anak sekolah diimbau untuk menjadi konsumen cerdas dengan melihat kebersihan pedagangnya, makanannya, hingga tempatnya.

“Lihat kebersihan pedagangnya, tempatnya, jangan beli di tempat yang banyak lalatnya. Anak-anak kita pintar, harus bisa pilih makanan yang aman," kata dia. (Ridwan Maulana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....