Komunitas Read Aloud Serang Bangun Literasi Sejak Dini

  • 21 Jan 2026 10:31 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Berdasarkan berbagai survei internasional, tingkat literasi Indonesia kerap berada di jajaran terbawah dunia. Kondisi inilah yang mendorong lahirnya Komunitas Read Aloud Serang, sebuah gerakan literasi yang berfokus pada peningkatan minat baca sejak usia dini melalui metode membaca nyaring atau read aloud.

Salah satu anggota komunitas Read Aloud Serang, Arifiatul Hasanah mengatakan, komunitas ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi literasi nasional. Menurutnya, gerakan literasi tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah, tetapi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

“Kami ingin membantu negara dengan cara sederhana, menumbuhkan minat baca dari rumah dan dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya saat diwawancara oleh RRI, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca juga: Read Aloud Serang Akan Gelar Festival Literasi

Metode membaca nyaring dinilai efektif karena menghadirkan pengalaman membaca yang interaktif. Tidak sekadar membacakan buku, anak-anak juga diajak berdiskusi dan berkreasi melalui kegiatan book play atau book display. Misalnya, setelah membaca buku bertema hewan, anak diajak mewarnai, membuat kolase, atau aktivitas kreatif lain yang relevan dengan cerita. Cara ini diharapkan menghilangkan stigma bahwa membaca adalah aktivitas membosankan.

Read Aloud Serang menargetkan anak usia dini hingga usia sekolah dasar. Namun, Arifiatul menegaskan bahwa metode membaca nyaring juga dapat diterapkan pada remaja, bahkan anak usia SMP. Pengalaman komunitas menunjukkan, remaja yang awalnya kurang tertarik membaca justru menjadi antusias ketika diajak membaca nyaring secara interaktif, termasuk menggunakan buku berbahasa daerah.

“Target utama kami sebenarnya orang tua. Kami mengajak orang tua meluangkan waktu lima sampai sepuluh menit sebelum tidur untuk membacakan buku kepada anak,” katanya. Selain meningkatkan minat baca, kegiatan ini juga memperkuat bonding dan kualitas waktu bersama antara orang tua dan anak, karena selama Read Aloud tidak ada distraksi gawai.

Baca juga: Metode Membaca Berkelompok Dorong Minat Baca

Arifiatul juga menekankan, tujuan utama membaca nyaring bukan semata-mata membuat anak cepat bisa membaca, melainkan menumbuhkan kecintaan terhadap buku. Minat baca yang tumbuh sejak dini diyakini akan berdampak jangka panjang, termasuk membantu anak menemukan minat dan bakatnya.

“Kalau minat baca sudah ada, anak akan mencari sendiri buku yang dia sukai, dan dari situ passion bisa berkembang,” ucapnya.

Dalam praktiknya, metode membaca nyaring dilakukan dengan tahapan sebelum, saat, dan setelah membaca. Buku dipilih sesuai usia anak, ditunjukkan gambarnya, dibacakan sesuai teks tanpa tambahan cerita, serta disertai interaksi berupa pertanyaan terbuka. Anak didorong untuk mengungkapkan apa yang mereka lihat dan pahami, sementara orang tua atau fasilitator berperan sebagai pemantik diskusi.

Baca juga: Cilegon Dorong Generasi Muda Aktif Membaca Buku

Ke depan, Read Aloud Serang terus berupaya memperluas jangkauan gerakan literasi, salah satunya melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan seperti Festival Literasi. Pada kegiatan tersebut, komunitas ini juga membagikan buku gratis kepada masyarakat, baik pengunjung umum, orang tua peserta, maupun taman bacaan masyarakat yang telah terdata.

Melalui pendekatan yang sederhana namun konsisten, Read Aloud Serang berharap budaya membaca dapat tumbuh kuat di tengah keluarga Indonesia, sekaligus menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas literasi bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....