Tiga Langkah Penting Mempersiapkan Bekal Akhirat
- 18 Okt 2025 20:04 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Kehidupan dunia sejatinya hanyalah tempat singgah sementara sebelum menuju kehidupan kekal di akhirat. Karena itu, umat Islam perlu memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beramal saleh sebagai bekal akhirat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabag TU Kemenag Kota Serang, Ustaz Deni Rusli, Sabtu (18/10/2025). Beliau mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat merupakan tempat kembali yang kekal.
"Oleh karena itu, setiap insan hendaknya menjadikan hidup di dunia sebagai kesempatan untuk menyiapkan bekal terbaik menuju kehidupan abadi di akhirat," ujarnya. Langkah pertama yang ditekankan adalah segera beramal saleh.
Baca juga: Orang Tua Jadi Teladan Pertama dalam Pendidikan Tauhid
Dunia, menurut Deni, ibarat ladang untuk menanam amal kebaikan. Jangan menunda berbuat baik dengan alasan waktu atau usia. Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap amal dimulai dari diri sendiri, dimulai dari sekarang, dan dimulai dari hal-hal sederhana, seperti salat berjemaah, membaca Al-Qur’an, serta bersedekah.
"Amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi cahaya penerang di alam akhirat. Langkah kedua adalah segera bertobat kepada Allah SWT. karena usia manusia tidak diukur dari lamanya hidup, tetapi dari keberkahan dan kualitasnya," ujar dia.
Tobat yang tulus menjadi jalan untuk menghapus dosa-dosa masa lalu. Allah berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 8 agar orang beriman bertobat dengan sebenar-benarnya tobat.
"Selama masih diberi kesempatan hidup, manusia dianjurkan memperbanyak istigfar dan memohon ampunan Allah," ujarnya.
Baca juga: Seimbang Dunia Akhirat, Kunci Bahagia Seorang Muslim
Langkah ketiga, adalah hidup seimbang antara dunia dan akhirat. Islam tidak melarang umatnya mengejar rezeki, tetapi harus disertai niat ibadah.
Dunia hanyalah sarana menuju akhirat, bukan tujuan utama. Seperti pepatah, “Tanamlah padi maka rumput akan tumbuh di sekitarnya, tetapi jika menanam rumput jangan harap tumbuh padi," ujarnya.
Dengan keseimbangan, amal saleh dan usaha duniawi akan berjalan beriringan. Ia mengingatkan kembali bahwa dunia adalah tempat beramal tanpa hisab, sedangkan akhirat adalah tempat hisab tanpa amal. Karena itu, selama napas masih berhembus, hendaknya manusia memperbanyak amal, segera bertobat, dan menjaga keseimbangan hidup agar siap menghadapi kehidupan akhirat dengan bekal yang cukup. (Nurlela)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....