Komunitas Pendaki Banten Bentangkan Merah Putih di Puncak Gunung Prakasak

  • 01 Jun 2026 14:56 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Komunitas Pendaki Banten (KPB) membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 10 meter di Puncak Gunung Prakasak, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Minggu, 31 Mei 2026. Kegiatan dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila, 1 Juni 2026 ini, bertajuk Fun Tektok-Ceremony, One Day Trip dengan tema Eco Nasionalism “Merawat Tanah Air, Merawat Indonesia”.

Peringatan hari lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar KPB mengambil start dari Base Camp (BC) Cisuar, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang ini, merupakan kerja bareng KPB didukung Pendaki Cantik, Pendaki Banten, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Montenesia Banten serta berbagai komunitas pencinta alam.

Penanggungjawab Kegiatan, Adit mengatakan, Fun Tektok-Ceremony, One Day Trip dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila ini, bertujuan menanamkan jiwa nasionalisme terhadap para pencinta pendakian gunung di Provinsi Banten, yang mayoritas merupakan generasi Z dan Alfa sehingga dibuat rangkaian kegiatan.

“Kami memulai dengan upacara bendera di BC (base camp-red) Cisuar, dilanjutkan dengan pendakian ramah lingkungan dan puncaknya membentangkan bendera raksasa di Puncak Gunung Prakasak. Acara dikemas fun, agar para pendaki tetap bisa menikmati keseruan pendakian,” kata Adit.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDP dan Ekraf) Disparbud Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki mengatakan, tingginya animo generasi muda mendaki gunung, harus dibekali pengetahuan tentang pelestarian alam dan ditanamkan rasa cinta tanah air.

“Tujuannya tentu, di dalam jiwa mereka tumbuh kecintaan terhadap tanah air. Mereka mau merawat dan menjaga alam sebagai pengejawantahan dari rasa cinta tanah air,” ucapnya.

Mia berharap, kegiatan pendakian seperti ini, tidak hanya dilakukan sesekali tetapi harus menjadi program berkelanjutan komunitas pendaki gunung di Banten, yang tentunya bekerja sama, bukan hanya dengan pemerintah tetapi juga dengan semua elemen masyarakat.

“Alam ini harus dijaga bersama, tidak bisa hanya oleh sebagian pihak, agar tetap lestari dan bisa dinikmati generasi selanjutnya,” kata Mia yang bertindak sebagai pembina upacara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....