Cerita Dua Generasi Rayakan Hari Kemerdekaan di Puncak Gunung Gedor
- 18 Agt 2026 08:02 WIB
- Banten
Poin Utama
- Ratusan pendaki berhasil mendaki Gunung Gedor di Kawasan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang pada hari Minggu, 16 Agustus 2026, untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
- Peserta pendakian memboyong bendera Merah Putih raksasa sepanjang 17 meter yang akan dikibarkan di puncak gunung sebagai bentuk semangat kebangsaan dalam perayaan HUT RI.
- Kegiatan ini melibatkan pendaki dari berbagai latar belakang usia, termasuk Umi Sundari (53 tahun) yang berpengalaman dan Aina (26 tahun) yang mengikuti pendakian gunung untuk pertama kalinya.
RRI.CO.ID, Serang - Terik matahari di kawasan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, tak menyurutkan langkah ratusan pendaki yang merayap naik ke puncak Gunung Gedor, Minggu, 16 Agustus 2026. Di antara rimbunnya pepohonan, ada pemandangan menarik: rombongan pendaki bahu-membahu memboyong bendera Merah Putih raksasa sepanjang 17 meter untuk dikibarkan tepat di puncak menyambut HUT ke-81 RI.
Di tengah derap langkah rombongan, nampak dua sosok dengan latar belakang yang amat bertolak belakang. Ada Umi Sundari, wanita berusia 53 tahun yang antusias menaklukan berbagai trek gunung, dan Aina, pemudi 26 tahun yang baru pertama kali mencicipi tanah pendakian.
Bagi Umi, perayaan kemerdekaan kali ini jauh dari kesan biasa. Jika tahun-tahun sebelumnya ia hanya merayakan perlombaan di sekitar kompleks rumah, kini ia memilih berdiri di puncak bukit berangin.
"Secara tidak langsung ini olahraga, sambil mengetes jantung juga, masih kuat enggak kita ini," ucap Umi seloroh di sela-sela mengontrol napasnya.
Menyadari usianya tak lagi muda, Umi tak memaksakan diri mengejar rombongan depan. Ia memilih jalur yang lebih santai dan tak segan berhenti sejenak ketika napas mulai memburu. Bagi Umi, mendaki bukan soal adu cepat sampai, melainkan cara menikmati fisik yang masih diberi kesehatan.
"Kalau capek ya rehat dulu, istirahat sebentar, baru jalan lagi. Yang penting sampai puncak dengan selamat dan bisa ikut upacara," tambah wanita setengah baya ini.
Berbeda cerita dengan Aina. Warga asli Kota Serang ini mengaku deg-degan sekaligus penasaran saat melangkahkan kaki di jalur Gunung Gedor. Statusnya sebagai pendaki pemula sempat membuat ragu, tetapi motivasi mengikuti upacara di atas ketinggian mengalahkan rasa was-wasnya.
"Sebagai pemula sangat excited, apalagi mendakinya tidak cuma mendaki. Di atas gunung juga ada upacara pengibaran bendera," tutur Aina dengan nada ceria.
Sepanjang perjalanan, Aina mengaku banyak dibantu pendaki lain yang lebih berpengalaman. Pengalaman perdana ini tak hanya memberinya pegal-pegal di betis, tapi juga kawan baru dari beragam komunitas yang ditemui sepanjang jalur.
"Seru banget, ketemu banyak orang dari berbagai latar belakang. Jalurnya juga ramah buat pemula seperti saya, jadi makin ketagihan buat coba pendakian berikutnya," ucapnya.
Langkah kaki Umi dan Aina di Gunung Gedor membuktikan satu hal: ruang terbuka hijau dan semangat kemerdekaan tak pernah memandang usia maupun jam terbang. Bagi yang tua maupun yang muda, perjalanan menuju puncak bukan sekadar urusan mencapai titik tertinggi, melainkan cara sederhana merayakan kebebasan dan menjaga daya tahan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....