Petani di Lebak Panen, Harga Beras Medium Stabil

  • 06 Jul 2026 21:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Harga beras medium di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Lebak, Banten, terpantau relatif stabil dalam dua bulan terakhir. Stabilnya harga tersebut didukung oleh pasokan beras yang tetap terjaga seiring masih berlangsungnya panen padi di berbagai wilayah.

Kondisi tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Selain itu, pedagang juga tidak mengalami kendala dalam memperoleh stok beras dari petani lokal.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga bahan pokok di seluruh pasar tradisional. Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras medium tidak mengalami lonjakan meskipun permintaan masyarakat tetap berjalan normal.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Yani, mengatakan stabilitas harga beras merupakan kabar baik bagi masyarakat. "Kita mengapresiasi harga beras medium sejak dua bulan terakhir relatif stabil," kata Yani, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan, harga beras medium kualitas I saat ini dijual sekitar Rp13.400 per kilogram di pasar tradisional. Beras medium kualitas II dipasarkan dengan harga Rp12.800 per kilogram. Adapun beras medium kualitas III dijual sekitar Rp12.000 per kilogram.

Harga tersebut masih berada dalam kategori wajar dan mampu dijangkau oleh sebagian besar masyarakat. Pasokan beras berasal dari hasil panen petani lokal yang masih berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2026.

Luas areal panen yang mencapai sekitar 20 ribu hektare membuat persediaan beras di Kabupaten Lebak dalam kondisi melimpah. "Semua beras medium yang dipasok ke sejumlah pasar tradisional itu dari hasil panen petani lokal," ujar Yani.

Melimpahnya stok tersebut dinilai menjadi faktor utama yang mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar. Daya beli masyarakat juga dinilai tetap terjaga karena harga bahan pokok belum mengalami gejolak yang berarti.

Yani mengatakan hingga kini belum ditemukan indikasi kelangkaan beras di pasar-pasar tradisional Kabupaten Lebak. Di sejumlah desa, aktivitas pascapanen masih terlihat.

Warga menjemur gabah hasil panen di halaman rumah, jalan desa, hingga lahan terbuka. Pemandangan tersebut menunjukkan produksi padi di Kabupaten Lebak masih berlangsung dengan baik selama musim panen.

"Kami berharap saat musim kemarau agar harga beras relatif stabil dan produksi panen terjaga juga jangan sampai gagal panen," ucap Yani.

Salah seorang petani, Samsudin, warga Kecamatan Cibadak, mengaku hasil panennya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya. Ia mengatakan panen dari empat petak sawah menghasilkan sekitar 20 karung gabah yang dapat dikonsumsi selama beberapa bulan.

"Kami bersyukur panen padi bisa menghasilkan pangan, sehingga tidak membeli beras di pasar," kata Samsudin.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, meminta petani mempercepat masa tanam selama musim kemarau. Kelompok tani di Kabupaten Lebak telah memiliki ribuan unit pompa air yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil air dari sungai, embung, maupun sumber air bawah tanah guna mendukung irigasi lahan.

"Kami berharap petani memanfaatkan pompa air untuk melakukan percepatan tanam di musim kemarau," ujar Dodi.

Dengan langkah tersebut, produksi padi di Kabupaten Lebak diharapkan tetap terjaga sehingga pasokan beras dan stabilitas harga dapat terus dipertahankan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....