Dua Minggu Terkahir, Harga Telur dan Ayam di Kabupaten Lebak Turun
- 04 Jul 2026 09:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Harga telur ayam ras dan unggas pedaging di Kabupaten Lebak, mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh melimpahnya pasokan yang masuk ke sejumlah pasar tradisional sehingga ketersediaan barang tetap terjaga. Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Tradisional Rangkasbitung, harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp23 ribu per kilogram. Sebelumnya, komoditas tersebut dijual sekitar Rp28.000 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada ayam pedaging. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp35.000 per kilogram, kini harga berada di kisaran Rp30.000 per kilogram. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Yani, di Rangkasbitung mengatakan, penurunan harga dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan dari sentra produksi.
"Hasil pemantauan kami menunjukkan harga telur dan ayam pedaging turun karena pasokan yang masuk ke pasar tradisional cukup melimpah," kata Yani, Jum'at, 3 Juli 2026. Selain telur dan ayam, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga mengalami penyesuaian harga ke arah yang lebih rendah.
Minyak goreng merek MinyaKita misalnya, turun dari Rp20.300 menjadi Rp20.000 per kilogram. Komoditas cabai merah keriting juga mengalami penurunan dari Rp47.200 menjadi Rp45.000 per kilogram.
Cabai merah besar kini dijual sekitar Rp45.000 per kilogram, lebih rendah dibanding sebelumnya yang mencapai Rp48.000 per kilogram. Cabai rawit hijau turun dari Rp47.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
Penurunan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah yang kini dijual sekitar Rp70.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp78.600 per kilogram. Harga bawang merah juga mengalami koreksi menjadi Rp43.200 per kilogram dari sebelumnya Rp45.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas pangan utama masih menunjukkan harga yang relatif stabil. Beras medium kualitas KW 1 dipasarkan sekitar Rp13.400 per kilogram. Beras medium KW 2 bertahan di kisaran Rp12.900 per kilogram, sedangkan beras medium KW 3 sekitar Rp12.100 per kilogram.
Harga gula pasir lokal juga tidak mengalami perubahan berarti, yakni sekitar Rp18.600 per kilogram. Komoditas tepung terigu tetap dipasarkan pada kisaran Rp12.700 per kilogram.
Yani menjelaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan kelancaran distribusi barang dari daerah produksi menuju pasar-pasar tradisional. "Kami meyakini penurunan harga terjadi karena hasil produksi sedang melimpah sehingga pasokan ke pasar meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, mengatakan produksi ayam pedaging di daerahnya tergolong tinggi.
Setiap musim panen yang berlangsung sekitar 40 hari, produksi ayam pedaging dapat mencapai 7 hingga 8 juta ekor. Jumlah tersebut menjadikan Kabupaten Lebak sebagai salah satu sentra peternakan unggas terbesar di Provinsi Banten.
Produksi yang tinggi tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga memasok berbagai daerah di luar Kabupaten Lebak. "Sebagian besar hasil produksi ayam pedaging dari Lebak dipasarkan ke Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sehingga daerah ini menjadi salah satu penopang pasokan unggas di wilayah tersebut," kata Rieyan.
Pemerintah daerah berharap kondisi pasokan yang tetap melimpah dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai konsumen maupun pelaku usaha perdagangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....