Pasokan Melimpah, Harga Cabai di Pasaran Lebak Turun
- 20 Jun 2026 14:42 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Harga komoditas cabai berbagai jenis di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, mengalami penurunan dalam dua hari terakhir. Penurunan harga tersebut dipicu oleh melimpahnya pasokan dari sentra produksi cabai yang saat ini memasuki masa panen.
Kondisi itu disambut baik oleh pedagang maupun masyarakat karena membantu menjaga daya beli konsumen. Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Semi Narimbang Rangkasbitung, Wahid, mengatakan harga cabai saat ini cenderung menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pasokan cabai yang masuk ke pasar cukup banyak sehingga stok tetap tersedia dan harga terkendali. Selain pasokan yang melimpah, permintaan masyarakat juga relatif stabil. “Sekarang, harga cabai menurun dan permintaan stabil,” kata Wahid saat ditemui di Pasar Semi Narimbang Rangkasbitung, Sabtu, 20 Juni 2026.
Harga cabai rawit hijau yang sebelumnya mencapai Rp60.000 per kilogram kini turun menjadi Rp48.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit oranye yang sebelumnya Rp70.000 per kilogram kini turun menjadi Rp60.000 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada cabai keriting merah yang sebelumnya dijual Rp60.000 per kilogram dan kini menjadi Rp48.000 per kilogram. Untuk cabai merah besar, harga turun dari Rp70.000 per kilogram menjadi Rp65.000 per kilogram.
Cabai rawit merah mengalami penurunan dari Rp80.200 per kilogram menjadi Rp75.500 per kilogram. Sebagian pasokan cabai yang dijual di pasar berasal dari petani lokal.
“Kami mendapatkan pasokan cabai itu sebagian dari petani Badui, sehingga stok cukup tersedia dan harga bisa lebih stabil,” ujarnya seraya berharap kondisi pasokan yang melimpah dapat terus berlangsung sehingga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Yani, membenarkan adanya penurunan harga pada sejumlah komoditas cabai. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penurunan harga terjadi karena daerah sentra penghasil cabai sedang memasuki musim panen.
Pasokan yang meningkat membuat distribusi cabai ke pasar tradisional berjalan lancar. Selain cabai, harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga terpantau relatif stabil.
Untuk beras medium jenis KW 1 dijual Rp13.400 per kilogram, beras medium KW 2 Rp12.900 per kilogram, dan beras medium KW 3 sebesar Rp12.100 per kilogram. Harga minyak goreng premium tercatat Rp22.100 per kemasan, Minyakita Rp20.400 per kemasan, dan minyak goreng tanpa merek Rp19.800 per kemasan.
Gula pasir lokal dijual Rp18.600 per kilogram, tepung terigu Rp12.700 per kilogram, telur ayam Rp26.000 per kilogram, daging ayam Rp38.000 per kilogram, daging sapi Rp150.000 per kilogram, serta daging kerbau Rp152.000 per kilogram. “Kami meyakini pasokan bahan pokok melimpah dan harga relatif stabil, sehingga tidak terdapat kenaikan yang signifikan,” kata Yani.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan harga untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar. Di sisi lain, konsumen juga merasakan dampak positif dari stabilnya harga bahan pangan di pasar tradisional.
Samsiah, warga Rangkasbitung, mengaku tidak menemukan lonjakan harga yang berarti saat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Harga berbagai bahan pokok maupun sayuran masih dalam kondisi normal dan terjangkau.
“Kami menilai harga bahan pokok dan sayuran stabil dan tidak mengalami kenaikan, sehingga cukup membantu kebutuhan rumah tangga,” ujar Samsiah.
Dengan pasokan yang melimpah serta distribusi yang lancar, pemerintah daerah optimistis harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lebak akan tetap terkendali dalam beberapa waktu ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....