Biaya Serapan GKP Semester Pertama 2026 Capai Rp300 Miliar
- 12 Jul 2026 16:08 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Perputaran uang dari kegiatan penyerapan gabah petani yang dilakukan Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang sejak awal Januari hingga akhir Juni 2026 mencapai sekitar Rp300 miliar. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli gabah hasil panen petani, tetapi juga menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan proses penyerapan hingga menjadi beras.
Kepala Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, Muhamad Syaukani, mengatakan besarnya perputaran dana tersebut mencerminkan tingginya aktivitas penyerapan gabah selama semester pertama tahun 2026. Syaukani menyampaikan hal itu saat ditemui di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Anggaran yang dikeluarkan Bulog bukan hanya untuk pembayaran gabah kepada petani. Dana tersebut juga mencakup berbagai biaya operasional yang diperlukan selama proses penyerapan berlangsung.
Biaya operasional itu antara lain meliputi biaya angkut, biaya timbang, biaya penggilingan, hingga upah para pekerja yang terlibat dalam proses tersebut. "Perputaran uang sekitar Rp300 miliar itu bukan hanya untuk membeli gabah petani, tetapi juga mencakup biaya angkut, biaya timbang, biaya giling, dan upah tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan penyerapan," kata Muhamad Syaukani di Warunggunung, Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menjelaskan, setiap proses penyerapan gabah memerlukan dukungan berbagai sektor agar gabah dapat diolah menjadi beras yang siap disimpan di gudang Bulog. Karena itu, nilai anggaran yang disiapkan tidak bisa dihitung hanya berdasarkan harga pembelian gabah.
"Dalam penyerapan gabah, kami tidak hanya menyediakan dana sesuai harga gabah, tetapi juga seluruh biaya lain yang berhubungan dengan proses penyerapan sampai menjadi beras," ujarnya.
Syaukani mengatakan, seluruh tahapan tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan pengadaan cadangan beras pemerintah. Selama semester pertama tahun 2026, Bulog Cabang Lebak-Pandeglang berhasil menyerap gabah kering panen sebanyak 4.000 ton.
Jumlah tersebut melampaui target yang diberikan Bulog Wilayah Jakarta. Sebelumnya, target penyerapan gabah kering panen yang ditetapkan untuk Cabang Lebak-Pandeglang sebanyak 3.700 ton.
Dengan capaian tersebut, realisasi penyerapan telah melebihi target sekitar 300 ton. Syaukani menilai keberhasilan itu merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari petani, kelompok tani, mitra penggilingan hingga jajaran Bulog di lapangan.
Ia menyebut tingginya produksi padi selama musim panen turut mendukung pencapaian target tersebut. "Alhamdulillah, target yang diberikan kepada kami berhasil dilampaui. Hingga akhir Juni 2026 penyerapan gabah sudah mencapai sekitar 4.000 ton," katanya.
Bulog optimistis penyerapan gabah masih akan bertambah pada semester kedua tahun ini. Hal itu seiring masih adanya musim panen padi di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Dengan adanya tambahan penyerapan tersebut, kebutuhan anggaran operasional diperkirakan juga akan meningkat. Penambahan biaya diperlukan untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan penyerapan, mulai dari pengangkutan gabah hingga proses penggilingan menjadi beras.
"Kami memperkirakan pada semester kedua akan ada tambahan biaya karena penyerapan gabah kemungkinan kembali meningkat seiring musim panen berikutnya," ujar Syaukani.
Syaukani berharap penyerapan gabah pada musim panen berikutnya tetap berjalan optimal sehingga mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....