Bulog Bantah Batasi Distribusi MinyaKita ke Pasaran

  • 13 Jun 2026 23:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kepala Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, Muhamad Syaukani membantah adanya anggapan, pihaknya membatasi distribusi minyak goreng MinyaKita ke pasar-pasar di wilayah Lebak dan Pandeglang. Bulog tetap menyalurkan Minyakita secara rutin sesuai dengan alokasi yang diterima dan mekanisme distribusi yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan, penyaluran Minyakita dilakukan dengan memprioritaskan para pedagang yang telah menjadi mitra resmi Bulog. "Kami tidak pernah membatasi distribusi MinyaKita ke pasar. Penyaluran tetap berjalan sesuai ketentuan dan diprioritaskan kepada para mitra Bulog yang sudah terdaftar," kata Syaukani, di Warunggunung, Sabtu, 13 Juni 2026.

Sistem distribusi tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran. Selain untuk kebutuhan pasar, terdapat pula alokasi khusus Minyakita yang diperuntukkan bagi program bantuan pangan masyarakat.

Alokasi tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait dan disalurkan melalui produsen MinyaKita. "MinyaKita untuk bantuan pangan memiliki jalur distribusi tersendiri. Itu merupakan alokasi khusus dari kementerian melalui produsen, sehingga berbeda dengan distribusi reguler yang dilakukan Bulog," ujarnya.

Syaukani mengatakan, untuk distribusi reguler, Bulog memprioritaskan penyaluran kepada mitra Sistem Pangan dan Pasar Murah (SP2KP). Penyaluran tersebut dilakukan terutama kepada mitra SP2KP yang berada di Pasar Rangkasbitung dan Pasar Pandeglang.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh MinyaKita dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah. Keberadaan mitra SP2KP sangat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.

Selain SP2KP, Bulog juga mendistribusikan MinyaKita kepada Koperasi Merah Putih yang telah menjalin kerja sama dengan Bulog. Saat ini terdapat sekitar 30 Koperasi Merah Putih di wilayah Lebak dan Pandeglang yang telah menjadi mitra Bulog Cabang Lebak-Pandeglang.

Koperasi-koperasi tersebut menjadi salah satu saluran distribusi yang dinilai efektif menjangkau masyarakat. "Dalam pendistribusian MinyaKita, kami juga melibatkan Koperasi Merah Putih yang sudah bermitra dengan Bulog. Saat ini jumlahnya sekitar 30 koperasi di Lebak dan Pandeglang," ucap Syaukani.

Melalui pola distribusi tersebut, Bulog berharap ketersediaan MinyaKita di pasaran tetap terjaga. Ia menambahkan, harga jual MinyaKita dari Bulog kepada mitra SP2KP ditetapkan sebesar Rp14.500 per liter. Selanjutnya, para mitra menjual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp15.700 per liter.

Harga tersebut masih berada dalam batas yang telah diperhitungkan untuk mendukung biaya distribusi hingga ke konsumen. Syaukani menegaskan, Bulog terus melakukan pemantauan terhadap peredaran MinyaKita di lapangan.

"Kami terus memantau distribusi dan harga MinyaKita di pasaran, khususnya yang disalurkan melalui SP2KP, sehingga masyarakat bisa mendapatkan produk dengan harga yang wajar dan pasokan yang terjamin," ucap Syaukani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....