Pedagang Pasar Lama Kota Serang Kurangi Pembelian MinyaKita
- 09 Jun 2026 06:40 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - MinyaKita mulai sulit ditemui di sejumlah kios sembako Pasar Lama Kota Serang. Pedagang memilih tidak lagi mengambil stok minyak goreng bersubsidi tersebut karena harga di tingkat pembelian dinilai sudah tidak jauh berbeda dengan minyak goreng kemasan merek lain.
Di lapangan, sejumlah pedagang mengaku kini lebih banyak menjual minyak goreng merek komersial ketimbang MinyaKita. Kondisi itu terjadi dalam beberapa pekan terakhir setelah harga mengalami penyesuaian di tingkat distribusi.
Pedagang sembako di Pasar Lama Serang, Rahmat mengatakan keputusan menghentikan pengadaan MinyaKita diambil sejak setelah Lebaran. Menurutnya, selisih harga yang semakin tipis membuat produk tersebut kurang diminati untuk diputar kembali di kios.
"Dulu masih sekitar Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per liter, sekarang sudah di atas Rp20 ribu. Jadi saya tidak ambil lagi," kata Rahmat, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menyebut, meski masih ada pembeli yang menanyakan MinyaKita, sebagian besar akhirnya beralih ke minyak goreng lain yang tersedia di kios. Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Nasiah. Ia menuturkan ketersediaan MinyaKita di pasar tidak lagi sebanyak beberapa bulan lalu.
"Harganya dulu Rp18 ribu sampai Rp19 ribu, sekarang sudah lewat Rp20 ribu. Pembeli banyak yang tetap tanya, tapi akhirnya ambil yang lain," ujarnya.
Menurut Nasiah, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Pedagang mulai menyesuaikan stok karena perputaran barang dinilai lebih cepat pada minyak goreng kemasan merek lain.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan harga terakhir pada Jumat pekan lalu, harga MinyaKita di tingkat pasar masih berada di kisaran Rp16.133 per liter. Distribusi MinyaKita tetap berjalan dan diawasi agar penyaluran merata ke pedagang di pasar tradisional.
Produk tersebut masih menjadi salah satu komoditas yang banyak dicari masyarakat karena harganya lebih rendah dibanding minyak goreng premium. "Data terakhir Jumat kemarin masih sekitar Rp16 ribuan. Laporan terbaru belum masuk," kata Yudi.
Pemkot Serang, lanjut Yudi, terus memantau perkembangan harga dan pasokan kebutuhan pokok di pasar. Komoditas yang mengalami potensi gejolak akan menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....