Iduladha, Sarang Ketupat di Pasar Lebak Ramai Peminat
- 26 Mei 2026 13:50 WIB
- Banten
RRI.CO.ID Lebak - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, suasana Pasar di Kabupaten Lebak dipadati pembeli yang berburu berbagai kebutuhan pangan dan perlengkapan khas lebaran. Tidak hanya penjual daging sapi, kerbau, ayam, dan bumbu halus yang ramai diserbu pembeli, pedagang sarang ketupat juga kebanjiran pelanggan sejak H-2 Iduladha.
Sejak subuh, para penjual sarang ketupat sudah memadati kawasan pusat perekonomian masyarakat Kabupaten Lebak tersebut. Kulit ketupat atau sarang ketupat menjadi salah satu barang yang paling banyak dicari warga untuk persiapan hidangan hari raya.
Ketupat sendiri merupakan makanan khas yang hampir selalu hadir dalam perayaan besar keagamaan umat Islam di Indonesia. Harga sarang ketupat yang dijual pedagang di pasar tersebut bervariasi tergantung ukuran dan kualitas janur yang digunakan.
Sebagian pedagang menjual sarang ketupat dengan harga Rp8 ribu per 10 buah. Sementara pedagang lainnya membanderol harga hingga Rp10 ribu untuk setiap 10 buah sarang ketupat.
Salah seorang penjual musiman sarang ketupat, Abah Sukarni , mengaku permintaan masyarakat tahun ini cukup tinggi. Pembeli mulai berdatangan sejak pagi untuk membeli sarang ketupat dalam jumlah banyak.
“Permintaan sarang ketupat cukup tinggi menjelang Iduladha tahun ini,” ujar Abah Sukarni saat ditemui di Pasar Rangkasbitung, Selasa, 26 Mei 2026.
Meski penjualan meningkat, ia mengaku kesulitan mendapatkan bahan baku utama berupa janur muda. Ketersediaan janur saat ini mulai langka sehingga para pedagang harus memesan lebih awal kepada pemasok.
“Sekarang janur agak sulit didapat, jadi saya harus pesan dari jauh-jauh hari,” katanya. Abah Sukarni menjelaskan, kelangkaan janur membuat proses produksi sarang ketupat menjadi lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia bahkan harus mencari pasokan janur hingga ke luar daerah agar tetap bisa memenuhi permintaan pembeli. Hal senada diungkapkan pedagang sarang ketupat lainnya, Amir mengatakan harga jual sarang ketupat tahun ini terpaksa dinaikkan karena mahalnya bahan baku janur muda. Ia mengaku kesulitan mendapatkan daun kelapa muda dari para petani kelapa.
“Sekarang susah mencari janur untuk bahan sarang ketupat, makanya harga jual ikut naik,” ujar Amir.
Menurut dia, harga satu pelepah atau batang janur mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan hari biasa. Biasanya satu batang janur hanya dijual sekitar Rp50 ribu. Namun menjelang Iduladha tahun ini, harga janur melonjak hingga mencapai Rp100 ribu per batang.
“Mahalnya harga janur seimbang dengan sulitnya mendapatkan pasokan dari petani kelapa,” kata Amir.
| Baca juga: Stok Beras Bulog Lebak Aman Setahun Penuh |
Kenaikan harga bahan baku tersebut berdampak langsung terhadap harga jual sarang ketupat di pasaran. Meski demikian, masyarakat tetap membeli sarang ketupat karena sudah menjadi kebutuhan utama saat hari raya.
Para pedagang mengaku momentum Iduladha menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan musiman. Penjualan sarang ketupat biasanya meningkat tajam menjelang hari besar keagamaan umat Islam seperti Idulfitri dan Iduladha.
Ramainya aktivitas jual beli di Pasar Rangkasbitung juga membuat suasana pasar terlihat lebih padat dibandingkan hari biasa. Warga berharap ketersediaan bahan pangan dan perlengkapan hari raya tetap mencukupi hingga Iduladha tiba.
Sementara para pedagang berharap permintaan sarang ketupat terus meningkat agar dapat menutupi tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga janur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....