Pendekatan Persuasif Tangani Anak Terpapar Kekerasan dan Rakidalisme

  • 21 Jan 2026 12:17 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Penanganan anak-anak yang terpapar paham kekerasan dan radikalisme di ruang digital dilakukan melalui pendekatan persuasif dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. Langkah ini dinilai penting mengingat anak merupakan kelompok paling rentan dalam penyebaran ideologi kekerasan berbasis digital.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Serang, Kuratu Akyun mengatakan, anak-anak yang terpapar tidak langsung dikenai sanksi hukum, melainkan mendapatkan pendampingan psikologis dan sosial. “Kami memandang mereka sebagai korban. Fokus utama kami adalah pemulihan, bukan penghukuman,” ujarnya dalam dialog SANKSI RRI Pro 1 Banten, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca juga: Paparan Kekerasan dan Radikalisme Digital Ancam Anak

Pemulihan dilakukan melalui layanan dukungan psikologis, bimbingan mental, sosial, dan penguatan karakter. Tidak hanya anak, keluarga juga menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi. “Orang tua kami bekali penguatan parenting agar siap saat anak kembali ke lingkungan keluarga,” katanya.

Kuratu mengungkapkan hasil asesmen menunjukkan sebagian besar anak yang terpapar berangkat dari masalah keluarga. Anak merasa kesepian, marah, kehilangan figur, dan minim komunikasi hangat di rumah. “Bahkan banyak anak lupa kapan terakhir dipeluk orang tuanya,” ujarnya.

Kepala Satgaswil Banten Densus 88 AT Polri, Kombespol Mayndra Eka W menegaskan, penanganan dilakukan dengan menjaga privasi anak. “Kami bekerja sama dengan KPAI dan instansi terkait untuk memutus mata rantai penyebaran paham kekerasan tanpa merusak masa depan anak,” katanya.

Baca juga: TP-PKK dan DP3AKB Serang Perkuat Perlindungan Penyintas Kekerasan

Kombespol Mayndra juga menyebutkan upaya rehabilitasi juga disertai edukasi kepada sekolah agar lingkungan pendidikan lebih waspada terhadap indikasi radikalisme digital. Anak yang terdeteksi dini segera dipisahkan dari jaringan perekrut.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu mengembalikan anak pada lingkungan yang aman dan sehat. “Menyelamatkan anak hari ini berarti menyelamatkan masa depan bangsa,” ujar Kuratu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....