PBNU dan Pemkot Serang Siapkan 376 Hektare Zona Ekonomi Sirkular

  • 21 Nov 2025 20:27 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Pemkot Serang menyiapkan kawasan seluas 376 hektare untuk mengintegrasikan pertanian, peternakan ayam, dan industri pupuk organik dalam satu rantai produksi yang saling terhubung. Ini menjadi bagian dari rencana pembangunan Zona Ekonomi Sirkular di Kota Serang.

Zona Ekonomi Sirkular merupakan kawasan terpadu yang di dalamnya terdapat peternakan ayam, lahan pertanian, dan pabrik pupuk organik. Tujuannya untuk mengurangi limbah dan polusi, serta meminimalkan kerusakan lingkungan dengan memaksimalkan penggunaan kembali, perbaikan, pembaruan, dan daur ulang.

Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU sekaligus Ketua Bapenas PBNU, Ufi Ulfiyah menegaskan, proyek ini difokuskan pada efisiensi produksi dan pengelolaan limbah berbasis teknologi tepat guna. Ia menyebut, jerami, sampah pertanian, serta limbah peternakan ayam menjadi bahan baku utama yang akan diolah menjadi pupuk organik.

Baca juga: Pemkot Serang Siapkan Rp3 Miliar untuk Jamkesda

“Material yang kami butuhkan semuanya ada di Serang. Jerami dan limbah peternakan ayam itu sangat potensial untuk diolah menjadi pupuk. Teknologinya sudah siap, tinggal kita operasionalkan di kawasan ini,” ujar Ufi usai bertemu Wali Kota Serang, Jumat (21/11/2025).

Ia menjelaskan, penggunaan teknologi yang dibawa PBNU bersama para ahli dari Taiwan akan membuat proses produksi lebih stabil sekaligus menekan ketergantungan pada pupuk kimia. Sistem sirkular ini memungkinkan limbah pertanian kembali menjadi kebutuhan sektor produksi lainnya.

Ufi juga menyinggung soal pemberdayaan masyarakat sebagai inti pengembangan kawasan. “Seluruh kegiatan di zona ini dirancang memakai tenaga kerja lokal. Prinsipnya transfer knowledge. Warga Serang harus mendapatkan manfaat langsung, bukan hanya lahannya yang dipakai,” katanya.

Baca juga: Pemkot Serang Atur Strategi Atasi Pemotongan Anggaran Rp186M

Dokumen kerja sama ditargetkan rampung pada Januari mendatang. Pembahasan akan fokus pada skema pembagian operasional, beban biaya, serta model keuntungan untuk menjamin keberlangsungan industri dan keuntungan petani.

Ia menilai Kota Serang memiliki kesiapan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. “Serang ini sudah punya 400 hektare lahan agrikultur yang jelas pemetaannya. Dari situ, 376 hektare bisa langsung dikembangkan. Ini bukan wacana, tapi kawasan yang sudah disiapkan pemerintah daerah,” kata dia.

Baca juga: Pemkot Serang dan PT Pesona Akhiri Kerja Sama Pasar Rau

Wali Kota Serang, Budi Rustandi meyakini, pembangunan kawasan ekonomi sirkular dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kawasan Ekonomi Sirkular tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi warga sekitar, memperkuat rantai pasok sektor pertanian, serta meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Kota Serang.

“Fokus kami pada hasil. Pembukaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....