Warga Sobang Sambut Hasil Panen dengan Menggelar Mapag Sri
- 10 Feb 2025 15:51 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Warga Kampung Kalapa Cagak, Desa Teluklada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali menggelar tradisi Mapag Sri pada Senin 10 Februari 2025. Mapag Sri adalah kegiatan tradisi masyarakat setempat sebagai wujud rasa syukur dalam menyambut hasil panen.
Ketua Dewan Adat, Suparna menuturkan, Mapag Sri merupakan ungkapan syukur atas hasil panen kali ini yang berlimpah ruah. Sebelumnya, masyarakat telah melakukan sedekah bumi yang dilakukan sebelum masa tanam.
“Karena awal kita menanamkan padi tetap memohon rida Allah dan akhir setelah panen rasa syukur kami terhadap Allah karena kami semua para petani akan menghadapi hasil panen. Mudah-mudahan dengan hasil yang melimpah dan barokah,” kata dia.
Baca juga: Panen Raya, Warga Teluk Lada Pandeglang Gelar Mapag Sri
Menurut dia, tradisi ini berasal dari kata Mapag yang berarti menjemput, dan Sri sebagai representasi dari Dewi Sri yang diartikan tanaman padi. Jadi Mapag Sri adalah upacara atau tradisi untuk menyambut padi atau panen raya.
“Untuk Mapag Sri sendiri karena mau jemput panen padi mudah-mudahan hasilnya melimpah. Artinya Dewi Sri yang pada saat itu leluhur kami dilestarikan maka kami sebagai warisan-warisan budaya tetap harus melaksanakan itu,” ujarnya.
Ia menerangkan, tradisi ini menjadi agenda rutin setiap tahun yang dilakukan masyarakatnya, khususnya para petani di Kampung Kalapa Cagak. Dia berharap, dengan mengadakan kegiatan ini, hasil panen masyarakat akan semakin melimpah.
Baca juga: Puluhan Ribu Hektare Sawah di Pandeglang Masuki Panen Raya
“Sebelum acara ini dilaksanakan semalam ditaruh di tempat keramat kita semua dewan adat berkumpul mengadakan tawasul yaitu padi yang mau dipetik itu,” ucap dia.
Sementara Plt Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Wahyu Widiyanti menyambut baik adanya budaya ini. Menurut dia, kegiatan yang diawali dengan sedekah bumi sampai dengan Mapag Sri ini, diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi dan produktivitas pertanian.
“Mudah-mudahan kolaborasi antara beberapa dinas terkait bisa meningkatkan atau memajukan budaya yang sudah turun temurun di Kecamatan Sobang ini menjadi sebuah wisata budaya leluhur yang bisa terus menerus ditingkatkan dan nanti hasilnya bisa menciptakan sebuah wisata agribisnis di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Baca juga: Dilanda Kekeringan, 341 Hektare Sawah di Pandeglang Terancam Gagal Panen
Berdasarkan pantauan, ratusan masyarakat memulai kegiatan ini dengan arak arakan dengan menggotong padi serta berbagai macam hasil panen palawija, dengan cara diarak keliling kampung.
Masyarakat tampak antusias mengikuti arak arakan kreasi budaya dengan menampilkan berbagai replika karya masyarakat setempat. Baik kalangan tua, muda, remaja, hingga anak-anak tumpah ruah berbahagia memenuhi jalan kampung Desa Teluklada.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....