Mengenal Butterfly Hug, Teknik Menjaga Kestabilan Emosi

  • 30 Agt 2026 10:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Ketika rasa cemas, marah, atau gelisah datang bersamaan, tubuh dan pikiran terkadang ikut terasa tegang sehingga sulit untuk berpikir jernih. Dalam kondisi tersebut, butterfly hug dapat menjadi salah satu teknik sederhana yang bisa membantu seseorang mengambil jeda dan menenangkan diri.

Butterfly hug atau pelukan kupu-kupu dilakukan dengan menyilangkan kedua tangan di depan dada, kemudian memberikan tepukan lembut secara bergantian. Gerakan sederhana tersebut membantu seseorang memusatkan perhatian pada napas dan sensasi tubuh, terutama ketika emosi sedang terasa kuat.

Seorang Psikolog asal Kota Serang, Lian menjelaskan, butterfly hug dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu seseorang menenangkan diri ketika emosi mulai meningkat.

“Teknik ini bisa membantu seseorang mengambil jeda, mengatur napas, dan menyadari emosi yang sedang dirasakan sebelum menentukan respons,” ujarnya kepada RRI pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Untuk mencobanya, silangkan kedua tangan di depan dada, lalu letakkan telapak tangan pada bagian bawah tulang selangka atau lengan atas. Setelah menemukan posisi yang nyaman, atur napas secara perlahan, kemudian tepuk kedua sisi tubuh secara bergantian dengan gerakan yang lembut.

Saat melakukan gerakan tersebut, seseorang dapat mengarahkan perhatian pada tarikan dan hembusan napas serta sensasi yang muncul pada tubuh. Dengan begitu, perhatian yang sebelumnya tertuju pada rasa cemas atau tekanan dapat perlahan dialihkan sehingga tubuh memiliki kesempatan untuk menjadi lebih rileks.

Teknik ini dapat digunakan ketika seseorang membutuhkan waktu sejenak untuk menghadapi emosi yang sedang meningkat, baik karena tekanan pekerjaan, persoalan pribadi, maupun situasi tertentu. Karena dapat dilakukan sendiri dan tidak membutuhkan alat khusus, butterfly hug juga cukup praktis dilakukan ketika seseorang membutuhkan jeda dalam kesehariannya.

Agar prosesnya lebih nyaman, butterfly hug sebaiknya dilakukan di tempat yang aman dan cukup tenang sehingga seseorang dapat berkonsentrasi. Meski demikian, seseorang tidak perlu memaksakan diri untuk menutup mata jika kondisi sekitar membuatnya kurang nyaman atau tidak aman.

Yang perlu diperhatikan, butterfly hug bukanlah metode untuk menghilangkan seluruh masalah emosional maupun pengganti penanganan dari tenaga profesional. Teknik tersebut lebih tepat digunakan sebagai salah satu cara membantu menenangkan diri ketika emosi terasa kuat atau tubuh mulai mengalami ketegangan.

Jika kecemasan, kepanikan, atau tekanan emosional terus muncul hingga mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Dalam keadaan seperti itu, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu seseorang memahami penyebab masalah sekaligus memperoleh penanganan yang sesuai.

Dengan demikian, butterfly hug dapat menjadi langkah sederhana untuk berhenti sejenak, mengatur napas, dan memberikan perhatian kepada kondisi diri sendiri. Namun, apabila tekanan emosional terus berulang atau semakin berat, mencari bantuan profesional tetap menjadi langkah penting agar masalah dapat ditangani dengan tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....