Kenali Emosi, Cegah Remaja Terjerumus Perilaku Negatif
- 27 Jun 2026 10:27 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Remaja yang menghadapi tekanan emosional berisiko mencari jalan pintas untuk meredakan perasaan tidak nyaman, termasuk mencoba narkoba atau perilaku negatif lainnya. Kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental sejak dini, sehingga remaja mampu mengenali dan mengelola emosinya secara sehat.
Psikolog Klinis, Andrea Nuzulia mengatakan, langkah pertama untuk mencegah remaja terjerumus pada perilaku berisiko adalah memahami lebih dulu kondisi emosinya. Menurutnya, seseorang perlu mengenali apa yang sedang dirasakan, mulai dari marah, sedih, kecewa hingga bahagia, kemudian mencari penyebab yang memicu perasaan tersebut.
"Kita harus menyadari dulu sebenarnya saat ini perasaan kita itu seperti apa, marah kah, sedih kah, kecewa kah, atau lagi bahagia. Terus kita kaji apa yang membuat kita senang, sedih, atau kecewa. Ketika kita sudah tahu perasaannya dan penyebabnya apa, kita akan lebih mudah menentukan langkah berikutnya," ujar Andrea, Jumat, 26 Juni 2026.
Andrea menambahkan, apabila seseorang sudah mulai memahami kondisinya tetapi masih kesulitan mengatasinya, tidak ada salahnya melakukan mental check-up atau berkonsultasi dengan profesional. Pemeriksaan tersebut dapat membantu mendeteksi gejala stres, kecemasan hingga depresi sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Ia juga menyoroti bahwa masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang membuat pengaruh lingkungan menjadi sangat kuat. Menurut Andrea, persoalan hubungan, sekolah, hingga keinginan untuk mandiri sering menjadi sumber tekanan.
"Biasanya lagi proses mencari jati diri. Jika tidak didampingi dengan baik, kondisi itu dapat membuat remaja lebih mudah terjerumus pada perilaku negatif," katanya.
Andrea mengingatkan bahwa kesehatan mental bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan menemukan makna dari setiap tantangan. Karena itu, ia mengajak remaja untuk berani mengenali kondisi dirinya, meminta bantuan ketika dibutuhkan, serta menjadikan diri sendiri sebagai aset yang perlu dirawat agar tidak mencari pelarian yang justru merugikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....