Tip Merawat Kendaraan Setelah Terkena Air Laut
- 26 Agt 2026 09:11 WIB
- Banten
RRI.CO.ID Serang – Kendaraan yang digunakan untuk bepergian ke kawasan pantai atau menyeberang menggunakan kapal berpotensi terkena paparan air laut. Kandungan garam pada air laut dapat mempercepat korosi pada komponen berbahan logam. Karena itu, kendaraan yang terkena air laut perlu segera mendapatkan perawatan agar tidak menimbulkan kerusakan dalam jangka panjang.
Fatur, seorang mekanik di sebuah bengkel di Kota Serang, mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan setelah kendaraan terkena air laut adalah segera membilasnya menggunakan air tawar.
“Jangan menunggu terlalu lama. Air laut yang mengandung garam dapat meninggalkan residu pada permukaan kendaraan dan celah komponen. Semakin lama dibiarkan, risiko korosi akan semakin besar,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Fatur, pencucian tidak cukup hanya dilakukan pada bagian bodi kendaraan. Bagian kolong, roda, dan komponen logam yang berada di bawah kendaraan juga harus mendapat perhatian khusus.
“Bagian kolong justru harus diperhatikan karena biasanya paling banyak terkena cipratan air laut. Bilas secara menyeluruh menggunakan air tawar untuk menghilangkan sisa garam dan pasir,” ucapnya.
Fatur menyarankan kendaraan segera dibilas setelah terkena air laut. Air tawar digunakan untuk melarutkan dan menghilangkan sisa garam yang menempel. “Kalau memungkinkan, lakukan pembilasan pada hari yang sama. Jangan hanya menyemprot bodi, tetapi juga bagian bawah kendaraan,” ucapnya.
| Baca juga: Tip Mencegah Karat pada Mobil |
Selain itu, segera bersihkan kolong dan ruang roda, sebab kolong kendaraan dan ruang roda menjadi tempat yang mudah menyimpan pasir, lumpur, serta residu garam. Pembersihan menyeluruh dapat membantu mencegah korosi pada sasis, baut, suspensi, dan komponen rem.
“Gunakan tekanan air yang cukup untuk membersihkan kotoran, tetapi tetap hindari menyemprot langsung komponen kelistrikan dengan tekanan tinggi,” ujar Fatur.
Setelah dicuci, kendaraan perlu dikeringkan agar tidak menyisakan air di celah-celah bodi dan komponen. Menurut Fatur, pengeringan juga penting untuk membantu mencegah kelembapan bertahan terlalu lama pada bagian logam. “Setelah dicuci, sebaiknya kendaraan dikeringkan dengan benar. Perhatikan bagian celah pintu, roda, dan komponen bawah kendaraan,” tuturnya.
Tak lupa, Fatur mengingatkan agar periksa komponen kelistrikan, karena air laut juga dapat memengaruhi konektor dan terminal listrik karena kandungan garam dapat mempercepat korosi. “Kalau kendaraan terkena air laut cukup banyak, sebaiknya konektor, terminal, dan bagian kelistrikan diperiksa. Jika ada tanda korosi, segera lakukan penanganan,” ucapnya.
Fatur mengingatkan pemilik kendaraan untuk memeriksa sistem pengereman, suspensi, serta komponen logam di bagian bawah kendaraan. “Rem dan komponen bawah harus dipastikan dalam kondisi baik. Kalau kendaraan terkena air laut dalam jumlah banyak, pemeriksaan di bengkel lebih dianjurkan,” ujarnya.
Menurut Fatur, kesalahan yang sering dilakukan pemilik kendaraan adalah menunggu tanda-tanda karat sebelum melakukan pemeriksaan. “Korosi tidak selalu langsung terlihat. Karena itu, lebih baik melakukan pencegahan sejak awal daripada menunggu komponen rusak,” tuturnya.
Ia juga menyarankan kendaraan yang sering digunakan di kawasan pesisir mendapatkan pemeriksaan dan perawatan secara berkala. “Air laut tidak selalu langsung membuat kendaraan rusak. Namun, paparan berulang tanpa perawatan dapat mempercepat korosi. Perawatan rutin menjadi kunci untuk menjaga kendaraan tetap awet,” ujar Fatur.
Dengan segera membilas kendaraan menggunakan air tawar, membersihkan bagian kolong, mengeringkan kendaraan, serta memeriksa komponen penting, risiko kerusakan akibat air laut dapat diminimalkan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kendaraan tetap aman, nyaman, dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....