Waspada! Air Laut Bisa Picu Korosi dan Kerusakan Kendaraan
- 20 Agt 2026 13:15 WIB
- Banten
RRI.CO.ID. Serang – Air laut tidak hanya berpotensi merusak lingkungan kendaraan, tetapi juga dapat mempercepat korosi pada berbagai komponen mobil maupun sepeda motor. Kandungan garam yang tinggi membuat kendaraan yang sering terpapar air laut membutuhkan perhatian dan perawatan lebih agar tetap dalam kondisi prima.
Oleh karena itu, air laut menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai pemilik kendaraan, terutama bagi kendaraan yang digunakan atau diparkir di kawasan pesisir.
“Air laut mengandung garam dan mineral yang dapat mempercepat proses korosi pada logam. Kalau dibiarkan menempel terlalu lama, bagian kendaraan bisa berkarat dan mengalami penurunan kualitas,” ujar seorang mekanik di Kota Serang, Fatur kepada RRI, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Fatur, bagian bawah kendaraan menjadi salah satu area yang paling rentan terkena dampak air laut. Sasis, komponen rem, baut, pegas, hingga bagian logam lainnya dapat mengalami korosi jika tidak segera dibersihkan setelah terkena air laut.
“Yang sering luput diperhatikan adalah bagian bawah kendaraan. Air laut bisa masuk ke celah-celah komponen dan meninggalkan residu garam. Jika tidak segera dibilas, korosi dapat berkembang secara perlahan,” ucapnya.
Selain komponen logam, air laut juga berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kendaraan. Konektor, terminal, dan sambungan kabel yang terkena air asin dapat mengalami korosi sehingga menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan.
“Kalau air laut mengenai konektor listrik, korosi bisa menyebabkan hubungan listrik tidak sempurna. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah kelistrikan,” ujarnya.
Fatur mengimbau, pemilik kendaraan yang baru saja melewati atau terkena air laut untuk segera mencuci kendaraan menggunakan air tawar. Proses pembilasan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, terutama pada bagian kolong dan roda.
“Jangan hanya mencuci bagian bodi. Kolong kendaraan juga harus dibilas dengan air tawar untuk menghilangkan sisa garam yang menempel,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar kendaraan dikeringkan dengan baik setelah dicuci. Jika terdapat bagian yang sudah menunjukkan tanda-tanda korosi, sebaiknya segera diperiksa agar kerusakan tidak semakin meluas.
Selain korosi, Fatur menjelaskan, pasir dan lumpur yang terbawa air laut juga dapat menempel pada komponen kendaraan. Jika tidak dibersihkan, kotoran tersebut dapat mengganggu pergerakan beberapa bagian mekanis.
“Semakin cepat dibersihkan, semakin kecil risiko kerusakannya. Perawatan setelah terkena air laut jauh lebih murah dibandingkan memperbaiki komponen yang sudah mengalami korosi berat,” tuturnya.
Fatur menambahkan, pemilik kendaraan yang tinggal atau sering beraktivitas di kawasan pesisir sebaiknya melakukan pemeriksaan kendaraan secara berkala, terutama pada bagian bawah dan komponen yang terbuat dari logam.
“Air laut memang tidak langsung merusak kendaraan dalam sekali terkena. Namun, paparan berulang tanpa perawatan dapat mempercepat kerusakan. Karena itu, kebersihan dan pemeriksaan rutin sangat penting,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....