Institut Kemandirian Gelar Vocational Insight, Perkuat Peluang Karier Lulusan
- 30 Jun 2026 20:36 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Institut Kemandirian Dompet Dhuafa menggelar Vocational Insight 2026 bertema "Unlock Your Potential: Mewujudkan Keterampilan Menjadi Kesempatan Karier" pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memotivasi peserta pelatihan vokasi, memperluas wawasan dunia kerja, serta memperkuat kemitraan dengan industri sebagai penyerap tenaga kerja.
Program ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan tingginya angka pengangguran di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pengangguran terbuka pada 2025 mencapai 7,2 juta orang, termasuk lulusan sekolah kejuruan yang masih kesulitan memasuki dunia kerja.
Sebanyak 57 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri atas peserta aktif program Service Motor, Sekolah Tukang Ahli, dan Menjahit, serta alumni pelatihan Cukur, Pijat, dan Barista. Kegiatan juga dihadiri mitra industri dan offtaker sebagai bentuk sinergi antara lembaga pelatihan dengan dunia usaha.
Dalam kegiatan itu, Institut Kemandirian juga melaksanakan sejumlah agenda strategis. Di antaranya peluncuran Program Tenaga Kerja Jepang, penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra industri, peresmian Tempat Uji Kompetensi (TUK) Motor, serta peluncuran buku rekam jejak Institut Kemandirian.
Ketua Pengurus Yayasan Umar Usman, Asep Hendriana mengatakan, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam memperkuat penyerapan tenaga kerja lulusan pelatihan vokasi. Ia menilai sinergi tersebut akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta maupun dunia industri.
"Kolaborasi pentahelix diperlukan untuk menguatkan program yang dijalankan IK. Layaknya sapu lidi, jika hanya satu mudah dipatahkan dan tidak dapat dimanfaatkan, tetapi jika digabungkan maka akan bermanfaat," ujar Asep.
Selain seremoni, peserta memperoleh materi motivasi dan pengembangan diri dari Supardi Lee. Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengenali potensi diri, membangun growth mindset, serta memahami pentingnya keterampilan teknis dan karakter dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Kegiatan Vocational Insight juga dirancang untuk mendorong peserta menyelesaikan pelatihan hingga tuntas serta memiliki target karier yang jelas setelah lulus. Institut Kemandirian berharap kemitraan dengan dunia industri dapat membuka peluang kerja yang lebih luas bagi para alumninya.
Manager Diklat dan Operasional Institut Kemandirian, M. Imam Baihaqi mengatakan, pendidikan vokasi menjadi salah satu cara efektif untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja. Menurutnya, Institut Kemandirian terus mengembangkan pelatihan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan peluang berwirausaha.
"Dengan model pendidikan TEKUN (Terampil, Kerja, Usaha, Naik Kelas), Institut Kemandirian siap menyediakan berbagai jurusan pelatihan vokasi dengan kurikulum praktis yang terhubung dengan peluang bekerja dan berwirausaha sehingga peserta pelatihan dapat tumbuh dari mustahik menjadi muzakki," kata Imam.
Melalui penguatan kemitraan dengan dunia industri, pembukaan akses kerja ke pasar internasional, serta penyediaan fasilitas sertifikasi kompetensi, Institut Kemandirian terus memperkuat perannya sebagai jembatan antara dunia pelatihan dan dunia kerja. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang terampil, berdaya saing, serta mandiri secara ekonomi sehingga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....