Melalui Vokasi Hijau, PLN Banten Sulap Limbah Pasar Jadi Pupuk Organik

  • 22 Mei 2026 10:53 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangerang - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten memulai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk PLN VocaGreen TechnoPreneur Edukasi 4.0. Program ini mengusung konsep Sekolah Vokasi Mandiri Berbasis Green Innovation dan Ketahanan Pangan. Agenda utama acara ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Greenhouse di SMK Jaya Buana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Kamis, 21 Mei 2026.

Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan ke dalam kurikulum pendidikan vokasi. Melalui pembangunan fasilitas ini, para siswa diharapkan mampu mengaplikasikan inovasi pertanian modern yang efisien sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di bidang agrikultur.

Salah satu fokus utama program ini adalah mengolah limbah buah dan sayuran dari pasar-pasar tradisional di sekitar Kecamatan Kresek menjadi pupuk cair organik. Pendekatan ini dinilai strategis karena sekaligus menyelesaikan dua masalah nyata, yaitu mengurangi volume sampah organik, sekaligus menyediakan input pertanian bagi petani lokal di Kabupaten Tangerang.

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menyambut baik inisiatif PLN UID Banten ini. Pemerintah Kabupaten Tangerang menilai program ini sejalan dengan visi daerah dalam pembangunan berkelanjutan.

"Inisiatif dari PLN ini sangat luar biasa karena mampu mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang sosiopreneur bagi siswa vokasi. Kami berharap SMK Jaya Buana bisa menjadi proyek percontohan pusat vokasi hijau yang melahirkan inovator muda di Tangerang," kata Intan.

Greenhouse ini dirancang sebagai laboratorium hidup yang membekali siswa dengan keterampilan praktis industri hijau. Di dalamnya, siswa akan mengumpulkan limbah organik dari pasar-pasar tradisional di sekitar Kecamatan Kresek untuk diolah menjadi pupuk cair melalui teknologi biofermentasi sederhana.

Pupuk yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk budidaya tanaman di dalam greenhouse, tetapi juga berpotensi dipasarkan kepada petani lokal sebagai produk wirausaha siswa.

General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin menjelaskan, program ini merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap masa depan generasi muda dan bumi. PLN ingin mendorong integrasi teknologi listrik di sektor pendidikan yang ramah lingkungan.

"Kami ingin menciptakan ekosistem belajar yang inovatif. Kami berharap para siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menjadi pionir dalam menciptakan solusi hijau berbasis teknologi electrifying agriculture yang berdampak langsung pada ketahanan pangan lokal," ujar Joharifin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....