Kemdiktisaintek Dorong Pendidikan Vokasi Indonesia Tembus Global
- 26 Jan 2026 12:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan pendidikan tinggi vokasi agar mampu melahirkan sumber daya manusia profesional yang berdaya saing global. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional dengan Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Benny Bandanadjaja menyampaikan, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan vokasi Indonesia. Melalui kemitraan tersebut, perguruan tinggi vokasi diharapkan semakin siap mencetak lulusan yang kompeten, percaya diri, dan mampu bersaing di kancah internasional.
“Kerja sama ini menjadi peluang strategis bagi pendidikan tinggi vokasi Indonesia untuk menjangkau dunia global. Bentuknya antara lain pertukaran mahasiswa, program double degree, joint degree, hingga magang dan kerja sama dengan industri di China,” ujar Benny dalam keterangan resmi laman sosial media Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dikutip RRI, Senin 26 Januari 2026.
Baca juga: Rehabilitasi Ruang Kelas SMKN 1 Pandeglang Perkuat Vokasi
Nota kesepahaman tersebut mencakup pembentukan satu pusat kerja sama serta mekanisme aliansi yang fokus pada sepuluh sektor utama industri. Dalam implementasinya, direncanakan lebih dari 100 kegiatan pertukaran dan pembelajaran dengan target mobilitas dua arah sekitar 1.000 mahasiswa antara Indonesia dan Tiongkok. Benny menegaskan, program ini sejalan dengan kebijakan Kemdiktisaintek dalam mendorong perguruan tinggi Indonesia untuk “go global”. Internasionalisasi mahasiswa dinilai penting agar lulusan vokasi memiliki pengalaman lintas budaya dan pemahaman industri global.
“Kami berharap mahasiswa Indonesia memiliki kesempatan luas untuk belajar dan berinteraksi langsung di lingkungan internasional, termasuk di China, sehingga kompetensi mereka semakin kuat,” katanya.
Sementara Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Ojat Darojat menilai, kerja sama ini tidak hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga penguatan riset dan inovasi industri nasional.
“Kerja sama ini sangat penting untuk membangun kemitraan riset antara perguruan tinggi dan politeknik di Indonesia dengan perguruan tinggi di China, sekaligus memperkuat proses transfer teknologi,” kata Ojat.
Baca juga: BBPVP Serang Hadirkan Robotic Welder Perkuat Pelatihan Pengelasan
Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas penelitian terapan serta pemanfaatan teknologi untuk mendorong inovasi yang bermanfaat bagi industri nasional maupun global. Sinergi antara pendidikan vokasi, riset, dan industri diyakini mampu mempercepat peningkatan daya saing bangsa.
Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap pendidikan tinggi vokasi Indonesia semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia berdaya saing internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....