Institut Kemandirian Dorong Alumni Vokasi Berdaya dan Bermanfaat

  • 30 Jun 2026 13:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pelatihan vokasi tidak hanya bertujuan mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga membentuk individu yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui berbagai program keterampilan, lulusan pelatihan didorong untuk mandiri secara ekonomi sekaligus memiliki kepedulian sosial.

Salah satu lembaga yang konsisten mengembangkan program tersebut adalah Institut Kemandirian di bawah naungan Dompet Dhuafa. Lembaga ini memberikan pelatihan berbasis keterampilan praktis, mulai dari barbershop, terapi pijat, hingga otomotif, sebagai bekal bagi masyarakat untuk membangun usaha maupun memasuki dunia kerja.

Kemampuan para alumni kerap diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelayanan sosial di tengah masyarakat. Berbekal keterampilan yang dimiliki, mereka memberikan layanan seperti pangkas rambut, terapi pijat, hingga servis kendaraan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Manager Strategic Partnership Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Sri Apriyanti mengatakan, pelatihan vokasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis. Menurutnya, pembinaan karakter juga menjadi bagian penting agar para lulusan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Sri menjelaskan, setiap alumni didorong untuk memanfaatkan keahlian yang dimiliki sebagai sarana membantu masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi. "Alumni Institut Kemandirian bukan hanya terampil secara teknis, mereka tumbuh menjadi individu yang punya jiwa memberi," ujarnya pada Selasa, 30 Juni 2026.

Selain meningkatkan kompetensi peserta, program pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Lulusan didampingi agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan maupun bekerja sesuai bidang keterampilan yang telah dipelajari.

Menurut Sri, dampak positif yang dirasakan masyarakat melalui kontribusi para alumni juga menjadi indikator penting keberhasilan pemberdayaan. "Kemandirian sejati bukan soal seberapa besar penghasilan seseorang, tetapi seberapa besar dampak yang ia ciptakan untuk orang di sekitarnya," kata Sri.

Kolaborasi dengan berbagai lembaga, komunitas, dan instansi juga terus dikembangkan agar keterampilan para alumni dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Melalui penguatan keterampilan, pembinaan karakter, dan semangat berbagi, pelatihan vokasi diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang mandiri serta berdaya saing. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang produktif, peduli, dan mampu menciptakan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....