Asa Warga Pagadungan Menanti Operasional Koperasi Merah Putih

  • 27 Jun 2026 22:26 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Harapan besar menyelimuti ratusan petani dan pelaku usaha kecil di Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang seiring rampungnya fasilitas gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kehadiran lembaga ekonomi besutan pemerintah pusat ini diproyeksikan menjadi angin segar guna memutus rantai kelangkaan pupuk subsidi serta kemudahan akses modal usaha harian warga.

Salah seorang warga Kelurahan Pagadungan, Mahpud mengatakan, antusiasme masyarakat tetap membara walau operasional wadah usaha ini masih mengalami penundaan administrasi. Dirinya bahkan merelakan waktu luangnya untuk menjaga aset koperasi yang saat ini semakin banyak.

"Saya dari semenjak penyerahan kunci dari Koramil sudah ikut membantu di sini, bahkan antusias menjadi relawan tanpa mengharapkan gaji agar koperasi ini cepat berjalan. Kehadiran koperasi sangat penting untuk meringankan beban masyarakat kecil menengah ke bawah dalam mengakses pangan murah dan menciptakan lapangan kerja baru," kata Mahpud, Sabtu 27 Juni 2026.

Masyarakat kecil menengah disebutnya sangat berharap pada aktivasi unit gerai pangan serta sektor simpan pinjam koperasi. Penetapan harga komoditas kebutuhan pokok yang terjangkau dinilai menjadi solusi konkret untuk menekan tingginya kebutuhan serta kondisi ekonomi masyarakat yang semakin melemah.

Ketua Pengurus KDKMP Kelurahan Pagadungan, Maman memaparkan, animo pendaftaran keanggotaan sejatinya telah menembus angka 60 persen semenjak awal peletakan batu pertama pembangunan. Bahkan akumulasi data terkini menunjukkan angka partisipasi aktif masyarakat umum telah melampaui kuota 200 orang anggota definitif.

"Antusiasme masyarakat dari awal sudah 60 persen dan sekarang yang tercatat sudah 200 lebih anggota, bahkan banyak pendaftar baru yang terpaksa saya tahan dulu. Kami takut memegang uang masyarakat terlalu lama karena belum ada instruksi atau kerja sama dengan pihak bank mana yang ditunjuk oleh pusat," ujarnya.

Pihak manajemen terpaksa membatasi gelombang pendaftaran baru guna menghindari risiko pengelolaan dana tunai secara manual di sekretariat. Pengurus berkomitmen menunda penarikan simpanan pokok lanjutan sebelum adanya instruksi resmi mengenai penunjukan bank mitra dari koordinator pusat.

Pendamping Koperasi KDKMP Pagadungan, Tubagus Wahyudi menjelaskan, sektor pengadaan pupuk serta pakan menjadi prioritas usulan utama yang telah diinput ke dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes). Ketersediaan input pertanian ini dinilainya sangat krusial guna mengoptimalkan produktivitas kelompok budidaya ikan serta gabungan kelompok tani lokal.

"Aktivasi gerai pupuk ini sangat kami harapkan bagi para petani agar cepat tersedia dan tidak ada kelangkaan pupuk lagi di Pagadungan. Kami terus bersinergi dengan forum RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Koramil, dan Kodim untuk menjaga trust masyarakat sambil menunggu kepastian operasional," ujar Yudi.

Ia pun terus berkolaborasi dengan unsur pembina desa serta aparat kelurahan guna meredam simpang siur informasi pinjaman di media sosial. Sinergi berkelanjutan ini diposisikannya sebagai pilar utama penjamin stabilitas operasional demi mencegah runtuhnya tingkat kepercayaan publik akibat kevakuman aktivitas niaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....