Akhir Hidup Jadi Penentu Amal
- 31 Mar 2026 05:15 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penutup kehidupan menjadi penentu utama nilai amal seseorang dalam Islam. Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari Dr. Ahmad Muhajir, M.A dalam dialog Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa 31 Maret 2026 pagi ini.
Ia menegaskan bahwa manusia tidak boleh merasa aman hanya karena kondisi ibadah saat ini terlihat baik. Sebab, yang menentukan bukan awal atau pertengahan, melainkan bagaimana seseorang mengakhiri hidupnya.
| Baca juga: Jaga Hati Demi Husnul Khatimah |
“Amal itu sangat bergantung pada penutupnya, sehingga kita tidak boleh merasa cukup dengan kondisi hari ini,” ujar Ahmad Muhajir. “Yang menjadi ukuran adalah bagaimana kita wafat dalam keadaan apa.”
Dalam penjelasannya, ia mengingatkan adanya kemungkinan perubahan drastis di akhir kehidupan seseorang. Ada yang tampak saleh sepanjang hidupnya, namun justru tergelincir di akhir hayat.
Menurutnya, hal tersebut terjadi karena ada persoalan batin yang tidak terlihat. Kondisi hati yang tidak dibenahi bisa menjadi penyebab utama perubahan di penghujung kehidupan.
“Masalahnya sering kali bukan pada amal lahir, tetapi pada hati yang tersembunyi,” ucapnya. “Apa yang ada di dalam hati itulah yang akan muncul di akhir kehidupan.”
Ia menambahkan, kematian ibarat cermin yang menampakkan kondisi hati yang sebenarnya. Oleh karena itu, menjaga keikhlasan dan kebersihan hati menjadi hal yang sangat penting.
“Kita perlu terus memperbaiki hati, bukan hanya memperbanyak amal,” kata Dr. Ahmad Muhajir. “Karena akhir kehidupan akan menunjukkan siapa diri kita yang sesungguhnya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....