Menjaga Salat agar Khusyuk

  • 30 Mar 2026 11:10 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Islam menegaskan bahwa salat merupakan tiang agama dan ibadah yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat kelak. Namun tidak sedikit yang mengakui pernah mengalami kondisi saat melakukan ibadah salat namun pikiran justru melayang ke berbagai hal.

Padahal salat sudah seharusnya dikerjakan dengan penuh khusyuk karena merupakan bentuk komunikasi seorang hamba kepada Allah Swt. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Mahyudin, S.Ag dalam acara Hikmah Subuh, Senin, 30 Maret 2026 di Pro.4 RRI.

"Ini umum dialami banyak orang. Maka penting untuk kita awali dengan menjaga kebersihan lahir dan batin, termasuk kebersihan tempat salat, makanan yang kita makan juga hendaknya halal dan sebagainya," ujarnya.

Ustaz Mahyudin menjelaskan bahwa kondisi pikiran yang tidak fokus saat seseorang mengerjakan ibadah salat adalah hal yang sering dialami banyak orang. Menurutnya, gangguan pikiran saat salat bisa berasal dari bisikan setan maupun karena hati yang masih dipenuhi berbagai urusan dunia, mulai dari urusan pekerjaan, keluarga, hingga hal-hal sepele lainnya.

"Kondisi yang terjadi itu sering membuat seseorang merasa ibadahnya menjadi kurang sempurna," katanya.

Meskipun saat salat pikiran sering melayang kemana-mana, Ustaz Mahyudin menyampaikan bahwa salat yang dilakukan tetap sah selama rukun dan syaratnya terpenuhi. Namun, kualitas ibadahnya tentu tidak sama jika dilakukan dengan kekhusyukan.

Dikatakan, sda beberapa cara yang bisa dilakukan agar salat bisa lebih khusyuk. Cara itu di antaranya dengan persiapan diri sebelum salat, memahami makna bacaan salat, serta fokus.

"Usahakan jangan menunda-nunda saat terdengar azan sebagai panggilan salat berkumandang. Salat tepat waktu dan tidak terburu-buru juga dapat membantu menghadirkan ketenangan dalam beribadah," kata Ustaz Mahyudin, menjelaskan

Ia mengungkapkan satu gambaran bahwa salat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan. Salat juga momen untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan penuh kesadaran.

"Salah satu sifat Allah itu adalah sangat menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang mungkin tidak ada tandingannya di dunia, namun kita juga harus tahu bahwa kasih sayang Allah justru melebihi itu semua," ujarnya.

Rasulullah Saw pernah bertanya kepada sahabat ketika melihat seorang ibu tawanan perang yang panik mencari bayinya, lalu mendekap dan menyusuinya. Nabi bertanya, "Apakah ibu itu tega melemparkan anaknya ke dalam api?" Sahabat menjawab, "Tidak mungkin." Lalu Rasulullah Saw bersabda, "Begitulah kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, jauh lebih besar dari pada kasih sayang ibu tersebut kepada anaknya".

"Kasih sayang Allah Swt juga digambarkan dalam sebuah perumpamaan. Jika hamba mendekat kepada Allah dengan berjalan, maka Allah akan mendekat dengan berlari," ucap ustaz Mahyudin.

Menutup sajian Hikmah Subuh, Ustaz Mahyudin mengajak seluruh umat muslim untuk senantiasa menjaga salat, "Semoga Allah Swt selalu memudahkan niat kita untuk selalu dekat, menjaga salat tepat waktu ditengah kesibukan ataupun urusan dunia," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....