M. Arsyad, Tetap Eksis di Cahaya Bumi Selamat Martapura
- 18 Mei 2024 14:35 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjar: Cahaya Bumi Selamat (CBS), adalah salah satu ikon Kalimantan Selatan yang ada di Kabupaten Banjar. CBS Martapura menjadi tujuan berbelanja bagi wisatawan lokal bahkan turis asing sejak lama.
Terletak di jalan A. Yani tepat di jantung Kota Martapura Kabupaten Banjar, tempat yang tidak pernah sepi dari pengunjung. CBS merupakan pusat penjualan beragam jenis produk unggulan khas Kalimantan Selatan.
Di lokasi tersebut akan dengan mudah dijumpai bermacam batu-batu permata. Mulai dari batu akik sampai batu berlian yang menawan.
Selain batu permata di CBS bahkan juga banyak tersedia beragam kerajinan khas yang dijual dengan harga bervariasi.
| Baca juga: Waspadai Empat Perkara Hati Menjadi Gelap |
M. Arsyad merupakan satu dari sekian penjual kerajinan di pertokoan Cahaya Bumi Selamat Martapura. Menempati toko "Siti Wahdah" yang berada di Blok A No. 53 Martapura menjadi tempat usaha yang dirintis sejak lama. Menjual berbagai macam permata, ada juga mandau, pedang, samurai, tombak dan lain-lain.
"Sudah puluhan tahun saya disini, menjual batu yang asli, artinya bukan yang hiasan atau pajangan. Barang-barang yang dijualpun langsung didatangkan dari Nagara Kabupaten Hulu Sungai karena disana sudah ada pandainya." kata M.Arsyad.
Di Nagara memang banyak desa yang warganyav memiliki keahlian sebagai pandai besi, seperti di Tumbukan Banyu dan Sungai Pinang. Sedangkan penghasil kerajinan perhiasan emas ada di Desa Habirau Tengah dan Parigi.
Sosok yang ramah dan sabar dengan pembeli adalah gambaran Pakacil Arsyad, panggilan akrabnya ketika bertemu dengan pembeli yang mampir ke tokonya.
Arsyad mengungkapkan bahwa pengunjung di pertokoan Cahaya Bumi Selamat biasanya akan ramai pada acara atau event yang digelar oleh pemerintah Daerah maupun Provinsi.
Bahkan jika ada acara keagamaan pasti akan terjadi peningkatan pengunjung dari hari-hari biasa, misalnya saat ada acara haul maupun wisata religi lainnya.
Selama berjualan Pakacil Arsyad adalah sosok pedagang yang memegang prinsip "katakan yang benar walaupun pahit" yakni prinsip yang diajarkan dalam Islam oleh Nabi Muhammad SAW.
"Pahitnya ya kalau orang tidak jadi beli." katanya sambil tertawa.
"Barang yang dijual memang ada yang asli dan ada juga yang palsu. Maka jika itu memang palsu jangan dikatakan barang yang asli." kata Arsyad kembali menegaskan.
Barang yang palsu harganya lebih murah dan yang asli sudah tentu mahal. Arsyad menjelaskan bagaimana barang yang asli dan seperti apa yang palsu. Jadi tinggal pembeli pilih yang mana.
Batu permata yang dijual harganya bervariasi. Untuk batu marjan misalnya memang fungsinya hanya sebagai hiasan saja, tapi karena bahannya asli dan langka maka harganya menjadi mahal.
Sementara itu untuk barang-barang yang dijual seperti senjata mandau harganya mulai dari RP250.000 sampai harga jutaan juga tersedia.
Di akhir ceritanya Pakacil Arsyad menyampaikan bahwa awalnya dagangan yang dijualnya hanya cincin saja tapi kemudian berkembang dengan berbagai batu permata, senjata mandau, tasbih dan lain-lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....