Banjarmasin Dikepung Api, Sungai Andai Jadi Titik Terpanas Kebakaran Lahahan

  • 07 Okt 2026 14:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Sebanyak 71 kejadian kebakaran lahan tercatat di Kota Banjarmasin sejak Juli hingga Oktober 2026. Meningkatnya kejadian tersebut mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari posko siaga 24 jam hingga dukungan operasi pemadaman dari udara.

Penguatan penanganan tersebut dilakukan atas arahan Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR dengan melibatkan berbagai unsur, tidak hanya untuk memadamkan api. Tetapi juga melakukan pencegahan, pemantauan, pembasahan lahan, serta perlindungan petugas dan masyarakat dari dampak kabut asap.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan jumlah kejadian kebakaran lahan menunjukkan tren peningkatan sejak Juli hingga memasuki Oktober. “Dari Juli, Agustus, September hingga Oktober trennya meningkat. Terhitung sejak Juli sampai Oktober ini, ada 71 kejadian,” kata Husni Thamrin, Rabu, 7 Oktober 2026.

Berdasarkan data BPBD Kota Banjarmasin, wilayah Sungai Andai menjadi kawasan dengan kejadian terbanyak, yakni 12 kejadian. Selanjutnya Basirih Selatan tujuh kejadian, Pemurus Dalam enam kejadian, Tanjung Pagar enam kejadian, dan Kuripan tiga kejadian.

Dalam perkembangan terakhir, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, serta Sungai Biuku Terantang, Kelurahan Sungai Andai. BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banjarmasin dikerahkan untuk melakukan pemadaman dengan dukungan unsur terkait.

Penanganan karhutla juga diperkuat melalui operasi udara. Pemko Banjarmasin berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dan BNPB dalam pelaksanaan operasi helikopter water bombing di sejumlah kawasan yang membutuhkan dukungan, termasuk Sungai Andai dan Pemurus.

“Operasi udara tersebut menjadi pelengkap pemadaman. Dari darat untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kebakaran meluas,” ujarnya.

Di tengah intensitas penanganan yang tinggi, kondisi kesehatan petugas juga menjadi perhatian. Tim kesehatan yang tergabung dalam Tim Siaga melakukan pemeriksaan terhadap personel di Posko Induk maupun pos lapangan, termasuk pemberian vitamin dan masker.

Pemko Banjarmasin juga terus memantau perkembangan kualitas udara sebagai bagian dari penanganan dampak kabut asap. Kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan dalam kebijakan pendidikan, termasuk penerapan pembelajaran jarak jauh dan penyesuaian jam belajar sesuai kondisi udara.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....