Manggala Agni Bentuk MPA Badalungga Guna Atasi Karhutla Balangan

  • 05 Okt 2026 15:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Balangan terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Daops Manggala Agni Kalimantan VI/Tanah Laut menggelar kegiatan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Badalungga, Kecamatan Awayan, Senin, 5 Oktober 2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Daops Manggala Agni, BPBD Balangan, Pemerintah Kecamatan Awayan, Pemerintah Desa Badalungga, serta para calon anggota MPA. Pembentukan MPA ditargetkan dapat membentuk masyarakat agar mampu menjadi garda terdepan penanganan karhutla.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan VI/Tanah Laut, Sufie Bhaskara, menegaskan pentingnya kolaborasi bersama warga lokal di sekitar kawasan rawan. Menurutnya, kekuatan pengendalian karhutla terletak pada partisipasi aktif masyarakat.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kekuatan terbesar ada pada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas langsung di sekitar kawasan rawan karhutla," ujarnya.

Sufie berharap MPA Desa Badalungga dapat tumbuh menjadi mitra strategis yang mandiri serta terlatih. Menurutnya, respons cepat dari warga sangat penting dalam mendeteksi dan melaporkan kemunculan titik api secara dini.

"Ketika ada titik api, mereka yang pertama merespon dan melapor dengan cepat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga Kalimantan Selatan khususnya Balangan dari kejadian karhutla," katanya menegaskan.

Langkah Manggala Agni tersebut turut mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, menilai keberadaan MPA sejalan dengan program Desa Tangguh Bencana (Destana).

"Ini sejalan dengan program Desa Tangguh Bencana dan upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. MPA adalah ujung tombak kita di lapangan," ucapnya.

Jumaidil menambahkan bahwa BPBD siap memberikan pembinaan, peningkatan kapasitas, hingga sinergi pelaporan secara berkelanjutan. MPA Desa Badalungga diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain.

"Dukungan tentu akan kami berikan, mulai dari pembinaan, peningkatan kapasitas, hingga sinergi pelaporan dan penanganan awal. Kami berharap MPA Desa Badalungga bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain," ujarnya.

Upaya pencegahan dini ini tergolong penting mengingat maraknya ancaman karhutla di wilayah Balangan sepanjang tahun 2026. BPBD Kalimantan Selatan mencatat Kabupaten Balangan telah mengalami 135 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 554,86 hektare.

Selain itu, pemantauan satelit turut merekam sebaran hotspot atau titik panas di Kabupaten Balangan yang telah menembus 1.532 titik. Pembentukan MPA Badalungga pun diharapkan mampu meminimalkan potensi bencana karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....