RRI Pro 4 Banjarmasin Terima Booklet Dokumentasi Masjid Bersejarah Kalsel
- 05 Okt 2026 12:58 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Booklet Dokumentasi Masjid Bersejarah Kalimantan Selatan diserahkan kepada RRI Pro 4 Banjarmasin, Senin 5 Oktober 2026. Penyerahan dilakukan Akhmad Humaidi, M.Pd. bersama Dr. Hj. Dina Huriaty, M.Pd.
Booklet tersebut merupakan salah satu luaran kegiatan Dokumentasi Masjid Bersejarah yang didanai melalui program Bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026. Hal tersebut diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII, Kementerian Kebudayaan.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut berada dalam lingkup pelestarian kebudayaan Kalimantan Selatan. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII kini telah terpisah menjadi Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Tengah dan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Selatan.
Booklet memuat rangkuman informasi mengenai delapan masjid bersejarah di Kalimantan Selatan. Kedelapan masjid tersebut yakni Masjid Jami Banjarmasin, Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Tuhfaturroghibin, Masjid Syekh Abdul Hamid Abulung, Masjid Al Mukarramah, Masjid Jami Ibrahim, Masjid Keramat Pelajau, dan Masjid Al A'la Jatuh.
Sebelum penyerahan booklet, Humaidi dan Dina menjadi narasumber dalam Program Pandiran Baisukan RRI Pro 4 Banjarmasin, pukul 09.00 hingga 10.00 WITA. Keduanya berbagi pengalaman selama proses dokumentasi, termasuk temuan mengenai arsitektur, tradisi, dan nilai filosofis yang terdapat pada delapan masjid tersebut.
Humaidi mengatakan, dokumentasi dilakukan melalui wawancara dengan para pengelola masjid dan pakar, serta perekaman visual bangunan masjid. “Dokumentasi ini dilaksanakan dengan mewawancarai delapan pengelola masjid dan dua orang pakar, serta merekam masjid secara visual,” ujar Humaidi.
Humaidi menjelaskan, hasil kegiatan tidak hanya berupa booklet, tetapi juga video dokumenter yang nantinya disebarluaskan melalui media sosial. Booklet akan dibagikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Sebagai salah satu bahan informasi mengenai masjid bersejarah di Kalimantan Selatan.
“Terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan yang telah membantu mewujudkan kegiatan ini. Kami berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat lebih mengenal budaya Banjar melalui masjid bersejarah,” katanya.
Sementara itu, Dina mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk mendokumentasikan masjid bersejarah, khususnya aspek arsitektur dan tradisi yang berkembang di dalamnya. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan masjid, terutama arsitektur dan tradisi di dalamnya sehingga dapat menjadi bahan rujukan untuk meningkatkan literasi budaya masyarakat, terutama generasi muda,” ucap Dina.
Tidak hanya itu, Ia menambahkan, video dokumenter dipilih sebagai salah satu media penyebarluasan informasi karena dinilai sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan generasi muda saat ini. "Bentuk video dokumenter dipilih untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman karena anak muda saat ini sangat akrab dengan gawai sehingga media itu sangat cocok untuk menyebarluaskan pengetahuan ini,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....