Lima Dosa yang Sering Diremehkan dalam Kehidupan

  • 05 Okt 2026 12:06 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin– Lima perbuatan dosa yang kerap dianggap ringan dalam kehidupan sehari-hari menjadi pembahasan dalam siaran Hikmah Subuh Pro 4 RRI Banjarmasin, Sabtu, 3 Oktober 2026. Tema “Lima Dosa yang Diremehkan” disampaikan Ustaz H. Reza Ferdian, Lc., M.Pd., bersama penyiar Kyan.

Ustaz Reza mengingatkan, persoalan dosa bukan hanya berkaitan dengan besar atau kecilnya perbuatan, tetapi juga sikap seseorang yang meremehkannya. Beliau mengajak pendengar melakukan introspeksi terhadap berbagai perbuatan yang sering dianggap sepele, seperti berbohong, membicarakan orang lain, hingga mengambil keuntungan secara tidak benar.

“Persoalannya bukan semata-mata besar atau kecilnya sebuah dosa, akan tetapi seberapa sering seseorang meremehkan perbuatan dosa yang dianggap mudah dan dianggap remeh,” kata Ustaz Reza.

Dosa pertama yang dibahas adalah dusta atau kebohongan. Menurutnya, kebohongan dapat muncul dalam berbagai keadaan, baik karena takut, ingin terlihat hebat, bercanda, dalam hubungan keluarga, jual beli, maupun melalui aktivitas di dunia digital. Ia mengingatkan bahwa satu kebohongan dapat mendorong munculnya kebohongan lain untuk menutupi perbuatan sebelumnya.

Dosa kedua adalah ghibah atau membicarakan keburukan orang lain. Ustaz Reza menjelaskan, ghibah terjadi ketika seseorang menyebutkan sesuatu tentang saudaranya yang tidak disukai jika orang tersebut mendengarnya. Perbuatan itu kini semakin mudah dilakukan melalui media sosial, pesan pribadi, tangkapan layar, pesan suara, maupun percakapan digital lainnya.

“Kalau ternyata tidak, itu menjadi bentuk fitnah atau bentuk tuduhan. Sebelum berbicara tentang seseorang, tanyakan empat hal: benarkah, perlukah, bermanfaatkah, dan kalau dia tidak ada di hadapan saya, beranikah saya mengatakannya,” ujar Ustaz Reza.

Selanjutnya, Ustaz Reza membahas kecurangan dalam transaksi sebagai dosa ketiga. Perbuatan tersebut antara lain menyembunyikan cacat barang, mengurangi timbangan, serta memberikan kualitas barang yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan kepada pembeli. Menurutnya, kejujuran dalam transaksi berkaitan dengan keberkahan rezeki dan kepercayaan pelanggan.

Beliau mencontohkan praktik jual beli yang tetap menjelaskan kondisi barang kepada pembeli, termasuk ketika terdapat kekurangan atau cacat. Menurutnya, sikap terbuka dan amanah menjadi bagian penting dalam menjaga transaksi agar tidak merugikan pihak lain.

Karena waktu, beliau hanya bisa menyampaikan 3 dari 5 poinnya dan akan dilanjutkan disiaran mendatang. Menutup siaran Ustaz Reza mengajak pendengar tidak menganggap ringan perkataan maupun tindakan yang dilakukan, meskipun terlihat kecil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....