HSU Dorong Potensi Rawa dan Perhutanan Sosial Jadi Kekuatan Ekonomi

  • 03 Okt 2026 10:11 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Amuntai - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mendorong potensi khas daerah, mulai dari sistem rawa, perhutanan sosial, kerajinan, pertanian hingga wisata, agar dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Pengembangan tersebut masih dihadapkan pada tantangan kelembagaan, kapasitas SDM, teknologi produksi, akses pasar, infrastruktur, serta koordinasi lintas sektor.

Bupati HSU, Sahrujani mengatakan berbagai potensi tersebut harus dikembangkan dengan pendekatan terpadu agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Diskusi Terarah (FGD) Penyusunan Rencana Induk atau Master Plan sekaligus Rencana Aksi Draf Pengembangan Wilayah Terpadu atau Integrated Area Development (IAD) Kabupaten HSU di Mess Negara Dipa, Kamis, 1 Oktober 2026.

"Persoalan ini harus dijawab dengan semangat Bangkit. Potensi yang ada tidak boleh berhenti sekadar sebagai potensi, melainkan harus bangkit menjadi kekuatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ujar bupati.

Sahrujani menekankan dokumen IAD harus terintegrasi dengan perencanaan daerah dan diterjemahkan ke dalam program kerja perangkat daerah. Dokumen tersebut juga diharapkan memperkuat potensi unggulan daerah agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Bupati berharap dokumen IAD nantinya menjadi panduan strategis pembangunan terpadu lintas sektor di HSU. Salah satu fokusnya adalah membangun rantai nilai ekonomi perikanan dan produk kerajinan agar komoditas masyarakat tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.

Peningkatan kualitas produk dan kemasan juga dinilai penting agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

"Draf IAD ini tidak boleh hanya bagus di atas kertas, melainkan harus hidup di lapangan dan dirasakan manfaatnya,” ucapnya

Sahrujani mengatakan pembangunan IAD diarahkan untuk membentuk ekosistem yang mencakup kelestarian sumber daya alam, penguatan masyarakat dan kelembagaan, usaha bernilai tambah, serta iklim investasi yang terbuka. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendorong peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

"Semua ini untuk memberi manfaat nyata bagi pembangunan HSU hingga 2026 dan 2030," katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Kalsel melalui Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan, Annisa Murni, menyebut IAD Perhutanan Sosial memiliki sejumlah tujuan strategis. Di antaranya mendorong pengelolaan hutan lestari, pemulihan ekosistem, kawasan penyangga, dan perlindungan lingkungan melalui ekonomi hijau.

"Menyatukan program ekonomi, sosial, lingkungan, dan infrastruktur dalam satu bentang alam serta menyelaraskannya dengan RPJMD dan rencana pembangunan daerah hingga Memperkuat akses kelola masyarakat setempat dan masyarakat hukum adat serta membantu mengatasi ketimpangan hak dan penggunaan lahan," ujarnya.

Penyusunan IAD diharapkan menghasilkan arah pembangunan yang dapat diterapkan lintas sektor dan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan. Penguatan potensi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam pengembangan wilayah HSU.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....