Kemarau Panjang, Wali Kota Banjarmasin Tinjau Distribusi Air Bersih Kuin Cerucuk

  • 02 Okt 2026 09:17 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin meninjau penyaluran bantuan air bersih bagi warga Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat. Bantuan tersebut disalurkan menyusul dampak kemarau panjang yang membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Di Jalan Kuin Selatan, PAM Bandarmasih menyiapkan empat tandon air bersih di sejumlah titik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam peninjauan itu, Yamin mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu warga yang belum mendapatkan layanan air secara optimal akibat terbatasnya ketersediaan air baku.

"Kita bersama Kapolresta, jajaran direksi PAM Bandarmasih dan juga komisaris memantau sekaligus menyalurkan air bersih. Di Kelurahan Kuin Cerucuk ini ada empat tandon," ujar Yamin.

Menurut Yamin, air bersih diangkut menggunakan mobil tangki kemudian ditampung di tandon yang ditempatkan di sejumlah titik agar mudah diakses warga. Ia memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi air baku kembali normal.

"Memang ini adalah wilayah yang tidak sampai tersalurkan air. Sehingga kita mengantisipasinya dengan menyiapkan tandon dan mengantar menggunakan mobil tangki dan mungkin ada juga di beberapa daerah lain," ujarnya.

Yamin berharap kemarau panjang dan keterbatasan air baku segera berakhir sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali normal. "Tentunya kita berharap ini bisa cepat berlalu dan kondisinya cepat pulih lagi. Untuk di Kelurahan Kuin Cerucuk ada empat tandon, di empat titik lokasi untuk penyaluran air bersih," katanya.

Sementara itu, warga Kelurahan Kuin Cerucuk, Rahmadina, mengaku gangguan air ledeng telah dirasakan sekitar satu bulan. Meski terkadang masih mengalir, debit air kecil dan rasanya asin sehingga tidak dapat digunakan untuk konsumsi.

"Sebulan yang lalu air ledeng di sini tidak jalan. Bisa juga jalan, cuma tidak deras keluarnya dan airnya asin. Semoga airnya berjalan normal, tidak asin lagi, supaya tidak sulit untuk dikonsumsi," ujar Dina.

Sebelum mendapat bantuan, Dina mengaku harus membeli air dari luar dengan harga sekitar Rp5.000 per galon. "Alhamdulillah, ada bantuan ini bisa teratasi untuk sehari-hari. Air ini digunakan untuk diminum dan untuk masak-masak di dapur," katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Acil Amun. Ia mengatakan gangguan air bersih telah dirasakan sekitar tiga bulan, sementara kondisi air semakin asin dalam satu bulan terakhir.

"Sudah lama, sekitar tiga bulanan. Tapi yang parah ini sudah satu bulan lebih, airnya masin (asin) banget. Airnya tetap jalan, tapi asin dan tidak bisa diminum," ucapnya.

Menurut Amun, bantuan air bersih sangat membantu kebutuhan rumah tangga. Dalam sehari, keluarganya membutuhkan sekitar 50 liter air untuk berbagai keperluan. Ia menyebutkan bantuan air bersih disalurkan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Kamis dan Minggu.

"Alhamdulillah ada bantuan. Kami berterima kasih kepada semua petugas dan dinas-dinas yang membantu. Satu keluarga sekitar 50 liter setiap hari sudah cukup untuk mencuci sayur, ikan, beras, untuk minum dan masak-masak," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....