Pemko Banjarmasin Perkuat Peran Masyarakat Cegah Kekerasan terhadap Anak

  • 30 Sep 2026 14:23 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak melalui edukasi perlindungan khusus anak. Kegiatan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Perlindungan Khusus Anak digelar di Aula Kayuh Baimbai, Rabu, 30 September 2026, dan diikuti 70 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Peserta terdiri dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kelurahan, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pengelola daycare, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP). Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR mengatakan, perlindungan anak tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat diperlukan untuk mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekitar.

"Upaya pencegahan kekerasan kepada anak ini kan tidak mungkin dilakukan pemerintah saja. Tetapi membutuhkan kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungan sekitar," ujar Yamin.

Ia juga meminta masyarakat tidak menutup-nutupi apabila menemukan dugaan kekerasan terhadap anak. Informasi tersebut, menurutnya, perlu segera disampaikan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.

"Apabila ditemukan adanya dugaan kekerasan, masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada pihak yang berwenang agar dapat ditangani dengan cepat. Penanganan secara cepat diperlukan untuk mencegah kekerasan berulang sekaligus memastikan korban memperoleh pendampingan dan pemulihan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin M Ramadhan mengatakan, edukasi tersebut merupakan bagian dari langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perlindungan anak. "Harapannya masyarakat bisa menjadi pelopor terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak. Kemudian menjadi pelapor apabila terjadi kekerasan terhadap anak," ujarnya.

Ramadhan menyebut peningkatan angka kasus dalam tiga tahun terakhir salah satunya dipengaruhi semakin tingginya keberanian masyarakat untuk melapor. Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap UPTD PPA juga dinilai semakin meningkat.

Ia memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara maksimal sesuai kebutuhan korban. "Kalau memang ada permasalahan, segera informasikan. Sehingga semakin mengurangi kekerasan yang berulang dan semakin cepat tertangani korban sehingga mental health-nya semakin recovery kembali," ucap Ramadhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....