Pengasuhan Anak di Era Digital Perlu Kolaborasi Orang Tua
- 28 Sep 2026 15:07 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Pengasuhan anak di era digital memerlukan kolaborasi seimbang antara ayah dan ibu dalam rumah tangga untuk menghadapi tantangan perkembangan teknologi.
- Pengawasan berbasis nilai spiritual dan keteladanan orang tua menjadi semakin penting bagi keluarga muslim dalam mendampingi anak menggunakan gawai.
- Pemberian perangkat digital kepada anak sejak usia dini harus disertai dengan pendampingan aktif agar penggunaannya tetap memberikan manfaat positif.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tantangan pengasuhan anak di era digital menuntut kolaborasi yang seimbang antara ayah dan ibu dalam rumah tangga. Perkembangan teknologi membuat pengawasan berbasis nilai spiritual dan keteladanan semakin penting bagi keluarga muslim.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz H. Hanafi, M.A., dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 25 September 2026. Menurutnya, pemberian gawai kepada anak sejak usia dini perlu disertai pendampingan agar penggunaannya tetap memberi manfaat.
"Gawai hendaknya dijadikan sarana edukasi yang bijak dan didampingi secara aktif. Bukan sekadar alat pelampiasan agar anak tenang," ujarnya.
| Baca juga: Perilaku Anak Cerminan Teladan Orang Tua |
Ustaz Hanafi mengutip Surah Ibrahim ayat 40 dan 41 yang menggarisbawahi pentingnya peran kedua orang tua dalam membimbing anak. Penggunaan gawai tanpa batasan yang sehat dinilai dapat mengurangi komunikasi dan memengaruhi kedekatan dalam keluarga.
Dalam ajaran Islam, doa dan pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga menjadi kewajiban ayah. Kesibukan bekerja di luar rumah tidak seharusnya menghilangkan perhatian, komunikasi, dan dukungan emosional kepada anak.
Ustaz Hanafi menegaskan pentingnya menjaga ucapan ketika orang tua menghadapi kesalahan anak. Setiap perkataan yang disampaikan dalam kondisi emosi perlu dijaga karena dapat memengaruhi kondisi psikologis serta perkembangan anak.
"Doa orang tua memiliki tingkat keijabahan yang sangat tinggi. Karena itu, kedua orang tua wajib berkolaborasi memanjatkan harapan terbaik," ucapnya.
Menurutnya, persiapan menjadi orang tua perlu dilakukan sejak sebelum membangun rumah tangga. Bekal pemahaman agama dan kesiapan emosional diperlukan agar ayah dan ibu mampu menjadi tempat bersandar yang aman bagi anak ketika menghadapi berbagai persoalan.
Pemahaman terhadap karakter anak juga penting untuk mencegah pola pengasuhan yang terlalu otoriter maupun cenderung mengabaikan kebutuhan mereka. Pendekatan yang penuh perhatian dapat membantu membangun hubungan keluarga yang lebih sehat.
Ustaz Hanafi mengajak masyarakat memprioritaskan keteladanan dalam beribadah dan komunikasi di lingkungan keluarga. Kebiasaan mendoakan keselamatan serta kesalehan anak juga diharapkan terus dilakukan hingga mereka tumbuh dewasa dan membangun keluarga sendiri.
"Mendidik anak adalah bentuk ibadah terpanjang dalam pernikahan yang memerlukan kesabaran dan keistikamahan," katanya. “Selain itu, diperlukan permohonan pertolongan kepada Allah dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....