Aksi Damkar Swadaya Perlu Keterampilan dan Keselamatan

  • 22 Sep 2026 14:19 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Tingginya partisipasi masyarakat menjadi relawan pemadam kebakaran swadaya di Banjarmasin perlu diimbangi dengan pelatihan kebencanaan yang berkelanjutan dan profesionalisme.
  • Penguatan kapasitas dan keselamatan kerja para relawan pemadam kebakaran menjadi prioritas utama meskipun aksi mereka bernilai ibadah tinggi.
  • Sinergi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan komunitas relawan merupakan kunci utama untuk meningkatkan standar keselamatan di lapangan.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tingginya partisipasi masyarakat Kota Seribu Sungai menjadi relawan pemadam kebakaran swadaya perlu diimbangi dengan pelatihan kebencanaan yang berkelanjutan. Berbagai tugas penanganan darurat yang sering diserahkan warga kepada petugas pemadam kebakaran menuntut profesionalisme serta penguasaan teknik penanganan yang benar.

"Sinergi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan komunitas relawan menjadi kunci utama untuk meningkatkan keselamatan kerja para petugas di lapangan," kata Ustaz Dr. Nur Hidayat, M.A., dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin,Rabu, 16 September 2026,

Nur Hidayat mengatakan pentingnya penguatan kapasitas dan keselamatan para relawan pemadam kebakaran. Meskipun aksi para relawan damkar di Banjarmasin bernilai ibadah tinggi, kesiapsiagaan tersebut harus ditopang oleh keterampilan serta pemahaman prosedur keselamatan.

Langkah ini dinilai sangat mendesak agar misi kemanusiaan dalam memadamkan bencana api tidak menimbulkan risiko bahaya baru di lapangan. Peningkatan pengetahuan teknis bagi para relawan sangat vital mengingat beragam tantangan fisik yang dihadapi di lokasi musibah.

"Mereka memang perlu dilatih berbagai pengetahuan, mulai dari mengemudi hingga pertolongan pertama agar tidak memperparah kondisi," ujarnya.

Pembekalan berkala tersebut dipandang mampu mencegah kerusakan barang bukti pada peristiwa hukum sekaligus menjamin keselamatan warga. Ustaz Nur Hidayat menilai sikap berani menerjang bahaya saat memadamkan kobaran api merupakan modal mental luar biasa yang patut diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Keberanian modal nekat tanpa ditopang perlengkapan standar dapat membahayakan keselamatan jiwa relawan itu sendiri. Dalam ajaran Islam keberanian saja tidak cukup, melainkan harus disertai pengetahuan, keterampilan, serta profesionalitas," ucapnya.

Dalam perspektif fikih Islam, tindakan menyelamatkan jiwa manusia dari ancaman bahaya merupakan prioritas utama yang harus didahulukan dalam kondisi darurat. Penundaan pelaksanaan ibadah tertentu saat sedang berjuang memadamkan api dibenarkan secara kaidah hukum Islam demi menjaga keselamatan nyawa.

"Upaya memelihara jiwa manusia merupakan urutan prioritas tertinggi yang harus didahulukan ketika terjadi benturan kondisi darurat," katanya.

Fenomena relawan pemadam kebakaran di Banjarmasin hendaknya menjadi kebanggaan yang terus dibina secara arif dan bijaksana. Perlindungan keselamatan kerja serta dukungan peralatan standar bagi para relawan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen Banua.

"Semangat kepedulian sosial yang telah bertumbuh subur ini diharapkan dapat memperkokoh persaudaraan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....