Kabut Asap Pekat Selimuti Banjarmasin, PM10 Tembus 1.556 Kategori Hitam
- 22 Sep 2026 08:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Banjarmasin, Selasa, 22 September 2026 pagi. Kondisi tersebut terasa sangat pekat dan mengganggu aktivitas masyarakat yang mulai beraktivitas sejak pagi.
Selain bau asap yang menyengat, jarak pandang di sejumlah kawasan juga terasa terbatas. Kondisi itu salah satunya dirasakan Muhammad Fudail, warga Kuin Utara, yang berangkat bekerja pada pagi hari.
Ia mengaku kondisi udara pagi ini berbeda dibanding biasanya. Kepekatan kabut asap membuat perjalanan menuju tempat kerja terasa kurang nyaman.
“Pagi ini asapnya sangat pekat. Bau asap juga menyengat dan jarak pandang terasa terbatas,” ujar Muhammad Fudail.
Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Jefri Fransyah. Ia tidak menampik bahwa kualitas udara di Kota Banjarmasin pada pagi hari ini berada dalam kondisi buruk.
Bahkan, berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau dari stasiun pemantauan di kawasan Kayu Tangi pada pukul 07.00 Wita, konsentrasi partikulat PM10 tercatat mencapai 1.556. Angka tersebut masuk kategori hitam atau berbahaya, yang menunjukkan tingginya konsentrasi partikulat di udara.
“Memang kondisinya seperti itu. Berdasarkan data ISPU di Kayu Tangi pukul 07.00 Wita, PM10 berada di angka 1.556,” kata Jefri Fransyah.
Tingginya konsentrasi PM10 tersebut menunjukkan kondisi udara pagi ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Kabut asap juga membuat masyarakat harus menghadapi kondisi udara yang berbau menyengat sejak pagi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....