Keluarga Korban KM Virgo 8 Sulit Dapatkan Informasi di Pelabuhan Trisakti

  • 15 Sep 2026 08:55 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Keluarga korban tragedi KM Virgo Transport 8 mengaku kesulitan mendapatkan informasi mengenai keberadaan anggota keluarganya yang menjadi penumpang. Salah satu keluarga korban, Khadijah, mengatakan informasi mengenai penumpang yang berhasil dievakuasi maupun yang mendapatkan perawatan di rumah sakit belum mudah diperoleh keluarga.

Menurutnya, setelah proses evakuasi dilakukan, seharusnya sudah tersedia daftar nama korban yang berhasil ditemukan sehingga keluarga dapat segera memastikan keberadaan anggota keluarganya. "Seharusnya kalau sudah ditemukan ada daftar nama yang sudah dievakuasi. Kondisi ini tentu membuat pihak keluarga kesulitan," ujar Khadijah.

Khadijah mengaku kebingungan ketika mendapat informasi bahwa anggota keluarganya disebut sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara dalam kondisi parah. Mendapat informasi tersebut, ia langsung mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi keluarganya.

Namun, setelah dilakukan pengecekan, ternyata tidak ada anggota keluarganya yang dirawat di rumah sakit tersebut. " Saya sempat menerima informasi ada keluarga saya yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dalam kondisi parah. Saat saya datangi, ternyata tidak ada satu pun," katanya.

Untuk memastikan keberadaan keluarganya, Khadijah kemudian berusaha mencari informasi ke sejumlah rumah sakit di Banjarmasin, termasuk RSUD Ulin. Ia berharap informasi mengenai identitas korban yang telah ditemukan, korban selamat, maupun korban yang masih dalam pencarian dapat disampaikan secara terbuka kepada keluarga.

Lebih jauh Ia menceritakan, bahwa Ibu dan pamannya termasuk dalam rombongan keluarga yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Keberangkatan menggunakan kapal dari Surabaya usai Ziarah makam Wali menuju Banjarmasin merupakan pengalaman pertama bagi keluarganya.

“Biasanya kalau bepergian ke luar daerah, kita selalu naik pesawat. Ini baru pertama kalinya mereka coba naik kapal buat jalan-jalan ziarah,” kata Khadijah.

Komunikasi terakhir dengan keluarganya terjadi saat mereka bersiap berangkat dari Pelabuhan Surabaya. Setelah itu, seluruh nomor telepon anggota keluarganya tidak lagi dapat ia hubungi.

“Terakhir kontak pas mereka baru mau berangkat dari Pelabuhan Surabaya kemarin siang. Habis itu nggak bisa sama sekali, sampai akhirnya dengar kabar syok banget kalau kapalnya tenggelam di Laut Jawa pas dini hari,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....