“BATITI ke SD” Diluncurkan, Bunda PAUD Lawan Tekanan Calistung pada Anak
- 17 Sep 2026 15:09 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, resmi meluncurkan Gerakan “BATITI KE SD” (Meniti Transisi dengan Gembira, Masuk SD Tanpa Tes Calistung), Kamis, 17 September 2026, di salah satu hotel di Banjarmasin. Gerakan tersebut menjadi upaya mendorong transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) yang menyenangkan dan tidak memberikan tekanan kepada anak untuk menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebelum waktunya.
Peluncuran Gerakan “BATITI KE SD” dirangkaikan dengan Pelatihan Guru tentang Implementasi Kurikulum PAUD dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang Berpusat pada Anak dalam Hubungannya dengan Transisi PAUD-SD Menyenangkan. Neli Listriani menegaskan, memasuki jenjang SD merupakan tahapan penting dalam perjalanan pendidikan anak.
“Karena itu proses transisi harus dipersiapkan dengan menciptakan rasa aman, nyaman, percaya diri, dan gembira bagi anak. Masuk SD tanpa tes calistung,” kata Neli.
Menurutnya, kesiapan anak masuk SD tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Anak juga perlu memiliki kemampuan fondasi, seperti berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain, mengelola emosi, mandiri, mengikuti aturan, memiliki rasa ingin tahu, serta kemauan untuk terus belajar.
Neli menilai, tekanan untuk menguasai calistung sebelum waktunya justru berpotensi membuat anak merasa takut terhadap sekolah. Sebaliknya, masa transisi PAUD-SD harus dimanfaatkan untuk membangun rasa aman, percaya diri, sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap proses belajar.
Karena itu, ia mendorong satuan PAUD untuk mengenalkan lingkungan SD melalui kegiatan yang menyenangkan. Di sisi lain, satuan pendidikan SD diminta menyambut peserta didik baru dengan suasana yang ramah, hangat, dan penuh penerimaan.
“Anak perlu kita siapkan untuk memasuki SD dengan rasa aman dan percaya diri. Bukan dengan tekanan untuk bisa calistung sebelum waktunya,” ujarnya.
Neli juga mengajak Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, Pokja Bunda PAUD, Dinas Pendidikan, satuan PAUD dan SD, para pendidik, orang tua, serta seluruh mitra untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Gerakan “BATITI KE SD”. Ia menekankan, gerakan tersebut tidak boleh berhenti sebatas seremoni peluncuran, tetapi harus diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan maupun lingkungan keluarga.
“Mari kita hubungkan PAUD dan SD, kuatkan peran keluarga, ciptakan lingkungan belajar yang ramah anak. Kemudian pastikan setiap anak dapat memasuki SD dengan gembira tanpa tekanan tes calistung,” kata Neli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....