Hari Kedua, Basarnas Kerahkan Lima Pesawat Cari Korban KM Virgo

  • 14 Sep 2026 10:32 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kedua dengan melibatkan lima pesawat yang dikerahkan Basarnas.
  • Kepala Basarnas Mohammad Syafii memimpin operasi yang melibatkan Helikopter Basarnas, TNI AL, Polri, dan BNPB untuk mencari korban yang masih belum ditemukan.
  • Operasi pencarian dilakukan melalui jalur udara dan laut dengan mengoptimalkan seluruh kekuatan SAR yang tersedia di wilayah Banjarmasin.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kedua dengan melibatkan berbagai unsur SAR melalui jalur udara dan laut, Senin, 14 September 2026. Basarnas selaku SAR Coordinator mengoptimalkan seluruh kekuatan yang tersedia di wilayah operasi untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan lima pesawat dikerahkan dalam operasi pencarian hari ini. Unsur udara tersebut terdiri atas Helikopter Basarnas HR 36012, Helikopter AS-365 Mabes Polri, CN-235 TNI AL, Helikopter Panther HS-1310 TNI AL, dan Pesawat Cessna 208 Caravan milik BNPB.

Selain unsur udara, Basarnas mengerahkan 17 kapal untuk memperluas area pencarian korban. Kapal tersebut terdiri atas unsur Basarnas, TNI AL, Polri, serta kapal dari sejumlah instansi dan pihak terkait.

Unsur laut yang dikerahkan antara lain KN SAR Laksamana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) Palangkaraya. Selain itu, terdapat KRI Nala, KRI Pulau Fani, KRI Canopus, KRI I Gusti Ngurah Rai, KP Laksmana 7012, KP Orca 06, KN Kunyit, KAL Kumai II, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhauw IX, dan TB Transcoal Pacific.

“Pengerahan unsur ini juga disiapkan untuk mendukung operasi bawah air atau underwater guna mencari kemungkinan korban atau bagian kapal yang berada di bawah permukaan laut,” ujarnya. “Kami berharap kondisi kapal dan peralatan yang dikerahkan dapat mendukung pelaksanaan pencarian secara optimal.”

Sejumlah personel penyelam juga dilibatkan dalam operasi bawah air tersebut. Tim penyelam berasal dari Basarnas, Basarnas Special Group, Kopaska TNI AL, serta unsur terkait lainnya.

“Keselamatan personel tetap menjadi dasar utama dalam pelaksanaan operasi bawah air,” ucapnya. “Kondisi cuaca dan situasi di lokasi menjadi pertimbangan untuk memastikan proses pencarian dapat dilakukan secara aman dan efektif.”

Basarnas juga memanfaatkan teknologi pendukung berupa drone bawah air yang berada di kapal Rigel. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu melihat kondisi di bawah permukaan laut dan mendukung pencarian di area yang sulit dijangkau.

Penggunaan drone bawah air diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi lokasi pencarian secara lebih rinci. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Basarnas mengoptimalkan pencarian korban KM Virgo Transport 8.

Operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang, dan situasi di sekitar lokasi kejadian. Seluruh unsur SAR terus berkoordinasi untuk menentukan pola pencarian yang paling efektif.

Basarnas memastikan pencarian korban tetap menjadi prioritas dalam operasi hari kedua. Perkembangan hasil pencarian akan disampaikan berdasarkan informasi resmi dari tim SAR di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....