Putri Muslimah Sasirangan Dorong Perempuan Lestarikan Budaya Banua
- 07 Sep 2026 18:14 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Putri Muslimah Sasirangan berkembang menjadi wadah pelestarian kain tradisional Kalimantan Selatan sekaligus memberdayakan perempuan untuk berkarya dan berprestasi.
- Elsya Maulia Navisyatus Saniyah menekankan bahwa sasirangan perlu dikembangkan sebagai simbol kreativitas dan kebanggaan perempuan Kalimantan Selatan, bukan hanya kain tradisional biasa.
- Kegiatan ini mendorong perempuan untuk berani tampil, mengembangkan potensi, dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda dan masyarakat luas.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Berawal dari mimpi sederhana untuk mengangkat budaya kain tradisional Kalimantan Selatan, Putri Muslimah Sasirangan berkembang menjadi wadah bagi perempuan untuk memperkenalkan sasirangan kepada generasi muda dan masyarakat luas. Kegiatan tersebut tidak hanya mendorong pelestarian budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi perempuan untuk berani tampil, berkarya, dan berprestasi.
Hal tersebut disampaikan Puteri Muslimah Sasirangan Persahabatan Kalsel 2026, Elsya Maulia Navisyatus Saniyah, dalam acara Ngobras RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 5 September 2026. Menurutnya, sasirangan perlu terus dikembangkan agar tidak hanya dikenal sebagai kain tradisional, tetapi juga menjadi simbol kreativitas dan kebanggaan perempuan Kalimantan Selatan.
“Sempat tidak percaya terpilih, tetapi sesuai dengan cita-cita saya,” ujar Elsya. “Saya ingin sasirangan tidak hanya dikenal sebagai kain tradisional, tetapi juga menjadi simbol kecantikan, kreativitas, dan kebanggaan perempuan Kalimantan Selatan.”
Sasirangan merupakan kain khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Menurut Elsya, sasirangan perlu terus diperkenalkan dengan mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Sementara itu, Puteri Muslimah Sasirangan Runner Up II, Ghina Sofia Mahfuzah, mengatakan perjalanan menuju keberhasilan tidak selalu mudah. Berbagai tantangan, termasuk membangun kepercayaan diri, justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh.
“Perjalanan menuju keberhasilan tentu tidak selalu mudah karena berbagai tantangan harus dihadapi,” ujar Sofia. “Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus melangkah dan mengembangkan diri.”
Melalui Putri Muslimah Sasirangan 2026, nilai budaya, pendidikan, kreativitas, dan pemberdayaan perempuan diharapkan dapat berjalan beriringan. Perempuan didorong untuk memiliki kepedulian terhadap budaya daerah sekaligus berani menunjukkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
Putri Muslimah Sasirangan juga diharapkan menjadi wadah untuk memperluas pengenalan kain sasirangan kepada masyarakat. Upaya tersebut sekaligus membuka peluang agar kain tradisional khas Kalimantan Selatan semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....