Harta dan Nikmat Dunia Hanya Titipan, Bukan Tujuan Utama
- 07 Sep 2026 15:37 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kehidupan dunia bersifat sementara dan harus dimanfaatkan untuk kebaikan, bukan dijadikan tujuan utama kehidupan menurut perspektif Islam.
- Harta, jabatan, pekerjaan, dan kesenangan dunia hendaknya menjadi sarana untuk mempersiapkan kehidupan akhirat.
- Tujuan utama manusia menurut ajaran Islam adalah beribadah dan menaati Allah Swt., bukan mengejar kehidupan duniawi semata.
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Umat Islam diingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan menjadi sarana untuk mempersiapkan kehidupan akhirat. Harta, jabatan, pekerjaan, dan berbagai kesenangan dunia hendaknya dimanfaatkan untuk kebaikan, bukan dijadikan tujuan utama kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz M. Misran Darmy, S.Th.I., M.Pd., dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 31 Agustus 2026, dengan tema “Dunia Titipan, Bukan Tujuan”. Ia mengingatkan manusia memiliki tujuan utama untuk beribadah dan menaati Allah Swt.
“Dunia ini hanya perantara atau wasilah untuk menuju negeri akhirat,” ujar Ustaz M. Misran Darmy. “Dunia adalah ladang yang harus kita tanam, dan hasilnya akan kita petik di akhirat kelak.”
Menurutnya, memiliki harta, pekerjaan, keluarga, dan berbagai kenikmatan dunia bukanlah sesuatu yang dilarang. Namun, semuanya perlu ditempatkan secara tepat agar tidak membuat manusia lalai dari kewajiban kepada Allah Swt.
Harta yang diperoleh secara halal dan digunakan untuk kebaikan dapat menjadi bekal kehidupan akhirat. Sebaliknya, kecintaan berlebihan terhadap dunia dapat mendorong munculnya sifat kikir, serakah, dan tamak.
Ustaz M. Misran juga mengingatkan bahwa di dalam harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak berat mengeluarkan zakat dan bersedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
“Harta yang dititipkan kepada kita terdapat hak-hak orang lain yang memerlukan,” ujarnya. “Jangan sampai kecintaan kepada harta membuat kita berat untuk menunaikan zakat dan bersedekah.”
Ia mengajak umat memperkuat ketakwaan dan rasa syukur agar tidak terjebak dalam kecintaan berlebihan terhadap dunia. Menurutnya, keluarga dan harta pada akhirnya akan ditinggalkan ketika seseorang meninggal dunia, sedangkan amal menjadi bekal yang menyertai.
“Dunia bukan tujuan kita, tetapi hanya wasilah untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat,” ujar Ustaz M. Misran Darmy. “Karena itu, manfaatkan kehidupan dunia untuk memperbanyak ibadah, berbagi, dan menanam kebaikan.”
Umat Islam diingatkan untuk menempatkan kehidupan dunia secara bijak dan tidak berlebihan dalam mengejar kenikmatannya. Harta dan berbagai nikmat dunia hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....